Logo Header Antaranews Papua

Gubernur harap BNPB percepat penanganan abrasi dan kekeringan di Papua

Rabu, 8 Juli 2026 07:39 WIB
Image Print
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri saat melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di ruang kerja, Senin (6/7) (ANTARA/HO- Pemprov Papua)

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat mempercepat penanganan abrasi pantai dan kekeringan yang mulai mengancam sejumlah wilayah di Provinsi Papua.

"Pada Senin (6/7) kami melakukan kunjungan kerja ke kantor BNPB di Jakarta, guna membahas langkah-langkah penanganan dampak perubahan iklim yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat," katanya di Jayapura, Selasa.

Menurut Fakhiri, abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir telah mengancam permukiman warga mulai dari infrastruktur serta aktivitas ekonomi masyarakat.

"Di sisi lain, kekeringan di beberapa daerah juga mulai mempengaruhi ketersediaan air bersih dan sektor pertanian," ujarnya.

Oleh sebab itu penanganan kedua persoalan tersebut, kata dia, harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Untuk itu kami berharap hasil koordinasi dengan BNPB dapat segera ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi ancaman abrasi dan kekeringan," kata Gubernur Fakhiri.

Dia menambahkan keselamatan masyarakat dan perlindungan terhadap wilayah Papua merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu koordinasi dan pelaksanaan program harus dipercepat agar penanganan dapat berjalan efektif.

"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim sekaligus mewujudkan Papua yang tangguh, aman, dan berkelanjutan," ujarnya.

Pihaknya meminta seluruh perangkat daerah segera menyusun langkah konkret, mulai dari penguatan mitigasi bencana, rehabilitasi kawasan pesisir, pembangunan infrastruktur pengendali abrasi, hingga penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat terdampak.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026