
Kepala BKN harap Festival Biak Munara Wampasi jadi destinasi utama wisata Papua

Biak (ANTARA) - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakhrulloh mengharapkan Festival Biak Munara Wampasi (BMW) di tahun 2027 dapat menjadi destinasi wisata utama di Papua dan wilayah Pasifik.
"Kabupaten Biak Numfor memiliki kekayaan alam, budaya, sumber daya alam dan seluruh masyarakat Biak Numfor yang rukun, harmonis dan terus menjaga Biak Numfor bisa meriah dan bahagia di penutupan festival malam ini," kata Zudan didampingi Bupati Markus O Mansnembra dan Wabup Jimmy Carter R Kapissa menutup Festival Biak Munara Wampasi, Selasa malam (7/7).
Menurut Zudan, Kabupaten Biak Numfor memiliki kekayaan tertinggi seluruh masyarakat mampu bertoleransi dan mampu menjaga kerukunan.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Biak Numfor, menjaga Papua dan menjaga Indonesia," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan kekayaan dimiliki Biak Numfor menjadi sejarah sejak masa lalu peninggalan perang Dunia II sehingga menjadi daya tarik wisata sejarah ke Biak.
"Festival Biak Munara Wampasi salah satu upaya pemerintah daerah terus menerus menjaga kelestarian budaya daerah," katanya lagi.
Sementara itu, Wakil Bupati Jimmy CR Kapissa mengatakan Festival BMW 2026 bukan agenda sekedar seremonial tetapi untuk mempromosikan pariwisata dan memperkuat jati diri serta kekayaan budaya orang Biak.
"Permainan tradisional snap mor atau menangkap ikan bersama-sama, apen beyeren atau berjalan kaki di atas batu panas serta parade wor dan perahu tradisional adalah wujud nyata komitmen bersama agar warisan leluhur tidak tergerus oleh modernisasi," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Turbey O Dangeubun mengatakan selama tujuh hari pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi sejak 1-7 Juli 2026 memberikan pendapatan ekonomi bagi masyarakat lokal Papua dan pelaku ekonomi kreatif.
"Terima kasih kami sampaikan kepada semua masyarakat Biak Numfor yang sudah mendukung dan terlibat dalam kegiatan Festival BMW 2026," katanya.
Pewarta : Muhsidin
Editor:
Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026
