Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua Selatan tingkatkan keterampilan merajut bagi kaum perempuan

Jumat, 10 Juli 2026 14:35 WIB
Image Print
Foto bersama setelah pembukaan kegiatan pelatihan merajut yang dilaksanakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Selatan. ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Selatan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat meningkatkan keterampilan merajut bagi kaum perempuan di daerah ini melalui pelatihan merajut.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan Agustinus Joko Guritno dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Jumat, mengatakan peningkatan keterampilan merajut menjadi salah satu langkah yang sangat penting untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

"Kegiatan pelatihan ini juga merupakan bentuk perlindungan dan penyediaan layanan pemberdayaan perempuan di daerah ini," katanya.

Menurut Joko, pemerintahan daerah terus berupaya untuk menghadirkan program pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi kreatif.

"Sebab kebutuhan hak antara perempuan dan laki-laki harus dipenuhi secara adil dan sejajar sehingga pemerintah terus mendorong peran perempuan dalam berbagai kegiatan," ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu keterampilan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan adalah merajut karena dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus mempertahankan kearifan lokal.

"Merajut juga tidak hanya menghasilkan produk kerajinan tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental karena aktivitas tersebut membantu mengurangi kecemasan, melatih kesabaran, meningkatkan konsentrasi, dan membangun rasa kepercayaan diri," katanya lagi.

Dia menambahkan merajut telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di Papua Selatan yang mencakup Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Merauke.

"Masyarakat di daerah ini telah mengenal berbagai bentuk kerajinan tradisional berbahan serat alam seperti tas noken dan juga menenun baju adat," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026