
Pemprov Papua pastikan dapur MBG gunakan telur produksi lokal

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memastikan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal memprioritaskan penggunaan telur produksi lokal sebagai upaya melindungi peternak sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas tersebut di daerah.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua Suzana D Wanggai di Jayapura, Jumat, mengatakan kehadiran Program MBG diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis untuk menyerap hasil produksi peternak Papua.
"Karena itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta untuk memprioritaskan penggunaan telur produksi lokal sepanjang memenuhi standar harga, kualitas, dan mutu yang telah ditetapkan," katanya.
Menurut Suzana, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap produk lokal agar program nasional juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua serta menjaga keberlangsungan usaha peternak.
"Oleh karena itu kami minta agar terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi kendala penyerapan telur lokal, termasuk menyesuaikan dokumen anggaran agar kebutuhan telur pada dapur MBG dapat lebih banyak dipenuhi dari produksi peternak Papua," ujar dia.
Dia menjelaskan kebutuhan telur untuk dapur MBG saat ini masih didominasi pasokan dari luar Papua, meski sebagian telah menggunakan telur produksi lokal.
"Program nasional seperti MBG harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat melalui pemanfaatan hasil produksi peternak lokal," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami mengatakan bahwa stok telur dan turunnya harga di Papua dipengaruhi oleh surplus produksi nasional yang mencapai sekitar 13 persen akibat meningkatnya populasi ayam petelur.
"Di wilayah Tanah Tabi yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Sarmi, populasi ayam petelur meningkat 28,8 persen, dari 582.700 ekor pada 2025 menjadi 750.679 ekor pada Juni 2026, dengan kapasitas produksi mencapai 561.750 butir telur per hari," katanya.
Menurut Utami, dengan melihat hal tersebut maka pihaknya menjamin bahwa stok telur di Papua sangat cukup baik untuk kebutuhan MBG maupun kebutuhan hari-hari.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
