
Bulog buka peluang kerja sama pangan dengan Koperasi Daerah Merah Putih di Papua

Jayapura (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Papua dan Papua Barat membuka peluang kerja sama penyediaan komoditas pangan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat sebagai upaya memperkuat distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari di Jayapura, Selasa, mengatakan kerja sama tersebut akan diawali dengan pemetaan kebutuhan komoditas yang diperlukan masing-masing koperasi sehingga dapat disesuaikan dengan stok yang dimiliki Bulog.
"Kolaborasi diawali dengan melihat komoditas yang dibutuhkan Koperasi Desa. Jika yang dibutuhkan adalah gula atau beras, misalnya, komoditas tersebut saat ini tersedia di kami maka dapat dikerjasamakan," katanya usai menghadiri Rapat kerja daerah (Rakerda) Pangan di wilayah Provinsi Papua yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Papua Zulkifii Hasan di Kota Jayapura, Papua, Selasa.
Menurut Mustari, melalui kerja sama tersebut Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai mitra penyalur komoditas pangan kepada masyarakat sehingga distribusi bahan pokok menjadi lebih luas dan efektif.
"Selain mendukung penyediaan pangan kami juga menyatakan siap mendukung program pemerintah melalui penyerapan hasil panen petani di Tanah Papua," ujar dia.
Dia menjelaskan meski hingga kini pihaknya baru melakukan penyerapan baru di Provinsi Papua Selatan, sedangkan di lima provinsi lainnya masih menunggu kesiapan produksi, sarana pendukung, serta kolaborasi dengan instansi terkait.
"Kami berharap sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, sektor pertanian, dan Koperasi Desa Merah Putih dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperlancar distribusi komoditas strategis di Tanah Papua," katanya.
Dia menambahkan Tanah Papua memiliki potensi pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman padi, yang dapat mendukung ketersediaan pangan lokal.
"Hanya saja, pengembangan tersebut membutuhkan dukungan bersama mulai dari peningkatan produksi, kesiapan sarana pertanian, hingga penguatan akses pasar bagi petani," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
