Logo Header Antaranews Papua

Polda Papua ungkap hasil Labfor dan DVI terkait ledakan bom sisa PD II di Biak

Kamis, 16 Juli 2026 04:47 WIB
Image Print
Berbagai barang bukti yang diamankan dari TKP meledaknya bom peninggalan PD II di Biak yang menewaskan sembilan orang. ANTARA/HO/Dok Polres Biak Numfor

Jayapura (ANTARA) - Polda Papua, mengungkap hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) dan Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri terkait ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di Biak pada 31 Mei 2026.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito di Biak, Rabu malam, mengatakan hasil pemeriksaan antemortem terhadap sampel yang dikirim tim DVI Polda Papua mengidentifikasi salah satu korban sebagai Yohanes Andre Marandof, anak biologis Yonathan Marandof.

Korban lainnya teridentifikasi sebagai La Ini alias Lai Madura, ayah biologis Reza Yarangga, serta Yulianus Raubaba, kakak kandung Ester Raubaba.

Ketiga korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah ledakan bom sisa Perang Dunia II.

"Dengan teridentifikasinya identitas para korban, jumlah korban meninggal dalam ledakan bom di Jalan Wolter Monginsidi menjadi sembilan orang," kata Cahyo.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik juga menunjukkan bahan peledak di dalam bom sisa Perang Dunia II tersebut merupakan jenis trinitrotoluena (TNT).

Saat ini penyidik Polres Biak Numfor telah meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyidikan untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Bom sisa Perang Dunia II yang meledak setelah digergaji para korban rencananya akan digunakan sebagai bahan peledak untuk menangkap ikan atau bom ikan (dopis)," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polda Papua ungkap hasil Labfor dan DVI terkait ledakan bom di Biak



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026