Logo Header Antaranews Papua

Dinkes Kota Jayapura bersama UNICEF benahi data layanan ibu hamil

Kamis, 23 Juli 2026 11:58 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Juliana Napitupulu (tengah) saat memberikan arahan pada kegiatan Monev dan peningkatan kapasitas SDM Puskesmas dalam tata laksana ibu hamil dan balita bermasalah gizi di Kota Jayapura, Papua, Rabu (22/7). ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Jayapura bersama UNICEF terus membenahi akurasi data layanan kesehatan ibu hamil melalui kegiatan monitoring dan evaluasi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Puskesmas dalam tata laksana gizi ibu hamil dan balita.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Juliana Napitupulu di Jayapura, Rabu, mengatakan akurasi data layanan kesehatan ibu hamil merupakan hal penting untuk dipahami oleh semua tenaga kesehatan khususnya yang menangani masalah tersebut.

"Keakuratan data menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan dan penyampaian kondisi riil di lapangan kepada pemerintah pusat, termasuk untuk mendukung intervensi percepatan penanganan stunting," katanya usai membuka kegiatan Monev dan peningkatan kapasitas SDM Puskesmas dalam tata laksana ibu hamil dan balita bermasalah gizi di Kota Jayapura, Papua, Rabu.

Untuk itu kegiatan tersebut penting diketahui oleh tenaga kesehatan guna memastikan mutu pelayanan kesehatan dasar tetap berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan program kesehatan.

"Berdasarkan hasil evaluasi kami di mana pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil, termasuk pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah terlaksana di seluruh Puskesmas. Hanya saja kami masih menemukan adanya kendala pada proses pencatatan, pelaporan, dan penginputan data, sehingga sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan belum seluruhnya terdokumentasi dalam sistem," ujarnya.

Dia menjelaskan oleh sebab itu pihaknya meminta agar tenaga kesehatan dari 14 Puskesmas di Kota Jayapura bisa memahami dan mengerti kegiatan tersebut agar data yang dihasilkan sudah sesuai.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat Dwi Kristanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola program di tingkat Puskesmas agar pelaksanaan PMT tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga kualitas pelayanan.

"Untuk itu kegiatan yang didukung UNICEF bersama Pemerintah Provinsi Papua, Kementerian Kesehatan, serta China International Development Cooperation Agency (CIDCA) diharapkan menjadi ruang berbagi pembelajaran, praktik baik, maupun tantangan dalam pelaksanaan program PMT sehingga kualitas layanan kepada ibu hamil dan balita terus meningkat," katanya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026