
Bulog jamin ketersediaan beras di Papua dengan stok capai 31.501 ton

Jayapura, Papua (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat menjamin ketersediaan beras di Papua, yang mana kini mencapai 31.501 ton, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar tiga bulan ke depan.
Pimpinan Perum Bulog Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari di Jayapura, Jumat, mengatakan jumlah tersebut terdiri atas 19.390 ton beras yang telah berada di gudang Bulog di wilayah kerja Papua dan 12.111 ton yang masih dalam perjalanan menuju Tanah Papua.
"Dengan total ketersediaan tersebut maka kami pastikan kebutuhan beras masyarakat di Tanah Papua tetap terjaga, sekaligus mendukung berbagai program pemerintah," katanya.
Menurut Mustari, pihaknya juga tetap menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran serta memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.
"Kami tetap menyalurkan beras SPHP karena itu merupakan bagian dari program pemerintah untuk stabilisasi harga pangan," ujarnya.
Dia menjelaskan selain untuk program SPHP stok beras Bulog juga dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan penyaluran jatah beras aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri, serta sebagai persiapan penyaluran bantuan pangan apabila terdapat penugasan dari pemerintah.
"Sehingga, kami bakal terus memantau arus masuk dan keluar stok beras di seluruh gudang agar distribusi berjalan sesuai peruntukannya dan ketersediaan pangan di Tanah Papua tetap terjaga," katanya lagi.
Dia menambahkan selain beras pihaknya juga menjamin ketersediaan minyak goreng subsidi di mana pasokan tersebut berasal dari Kalimantan.
"Saat ini, sedang berlangsung proses pemuatan minyak goreng sekitar 500.000 liter atau 500 ton dari Kalimantan," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
