
150 warga Distrik Sentani Barat ikut pemeriksaan kesehatan gratis

Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 150 warga di Distrik Sentani Barat mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga TP-(PKK) Kabupaten Jayapura, Papua berkolaborasi dengan dinas kesehatan setempat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura Dewi Sartika Wonda dalam keterangannya di Jayapura, Sabtu, mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dirangkaikan dengan intervensi ibu hamil dan sosialisasi pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat khususnya ibu hamil.
"Kami hadir untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran untuk memeriksa kesehatan secara rutin," katanya.
Menurut Dewi, kehadiran warga menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat begitu antusias dengan adanya pendekatan layanan kesehatan.
"Selain pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga memberikan perhatian kepada ibu hamil terutama yang teridentifikasi membutuhkan bantuan," ujarnya
Dia menjelaskan bantuan yang diberikan mencakup perlengkapan persalinan berupa pakaian bayi, perlengkapan kebutuhan bayi, makanan bergizi hingga vitamin penambah darah untuk membantu meningkatkan kondisi kesehatan ibu menjelang persalinan.
"Kami berharap seluruh ibu hamil yang telah teridentifikasi dalam kegiatan tersebut dapat memperoleh pendampingan yang optimal sehingga siap menjalani proses persalinan dengan aman," katanya lagi.
Kepala Distrik Sentani Barat Jawa Paula Yaboisembut mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada TP-PKK Kabupaten Jayapura dan Dinas Kesehatan yang telah berkolaborasi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Kolaborasi ini sangat membantu masyarakat khususnya ibu hamil yang memerlukan pendampingan," katanya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
