
BEI beri literasi pasar modal tingkatkan jumlah investor di Papua

Jayapura (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua menyatakan literasi pasar modal yang terus diperluas menjadi salah satu faktor mendorong peningkatan jumlah investor di Papua dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua Kresna A. Payokwa di Jayapura, Minggu, mengatakan jumlah investor pasar modal di Papua meningkat dari 102.846 investor pada Desember 2024 menjadi 128.249 investor pada Desember 2025 atau bertambah 25.403 investor dengan pertumbuhan sekitar 24,7 persen secara tahunan.
"Pertumbuhan jumlah investor ini didukung edukasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan bersama berbagai pemangku kepentingan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang legal dan sesuai profil risiko," katanya.
Menurut Kresna, selain edukasi yang masif, peningkatan jumlah investor juga didukung oleh perluasan Galeri Investasi, pemanfaatan kanal digital, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
"Untuk itu kami terus berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan sekuritas, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha untuk memperluas literasi dan inklusi pasar modal di berbagai daerah di Papua," ujarnya.
Dia menjelaskan untuk itu masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, obligasi, dan exchange traded fund (ETF), tetapi juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan risiko, diversifikasi investasi, dan kewaspadaan terhadap praktik investasi ilegal.
"Oleh sebab itu pada 2026 pasar modal di Papua diproyeksikan tetap tumbuh pada kisaran 20 hingga 25 persen, didukung edukasi yang berkelanjutan, perluasan Galeri Investasi, penguatan kanal digital, serta meningkatnya kepercayaan publik,"katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya berharap peningkatan literasi pasar modal dapat terus memperluas basis investor di Tanah Papua sehingga semakin banyak masyarakat memanfaatkan pasar modal sebagai sarana investasi yang aman, legal, dan berorientasi pada tujuan keuangan jangka panjang.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
