Logo Header Antaranews Papua

50 siswa SMA di Kabupaten Jayawijaya ikut lomba cerdas cermat empat pilar MPR

Selasa, 4 Agustus 2026 12:40 WIB
Image Print
Anggota Komisi III DPD RI Arianto Kogoya bersama perwakilan Pemprov Papua Pegunungan dan MPR RI menabuh tifa tanda dibukanya lomba cerdas cermat empat pilar MPR di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (3/8/2026). ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Sebanyak 50 siswa dari lima SMA-SMK di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mengikuti lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI.

Lima sekolah yang mengikuti lomba cerdas cermat empat pilar MRP RI tingkat Papua Pegunungan di antaranya SMAS PGRI Wamena, SMA Negeri 1 Wamena, SMA Negeri 1 Asologaima, SMA Anugerah Gloria Terpadu dan SMKS Yapis AR Djumati Bakti Kesehatan Wamena.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Arianto Kogoya di Wamena, Senin mengatakan kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi sarana menumbuhkan semangat kebangsaan, memahami nilai-nilai luhur bangsa dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tahun ini ada rangkaian kegiatan perlombaan cerdas cermat empat pilar MRP dilaksanakan di 38 provinsi di Indonesia, termasuk di Papua Pegunungan,” katanya.

Menurut Arianto, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak bulan Maret tahun 2026 di seluruh Indonesia termasuk bulan Agustus 2026 saat ini di Papua Pegunungan.

“Kami berharap kegiatan lomba cerdas cermat di Papua Pegunungan ini dapat diikuti dengan baik sehingga setiap tim yang menang akan mewakili daerah ini ke tingkat nasional,” ujarnya.

Dia menjelaskan tujuan dilaksanakannya cerdas cermat empat pilar MPR untuk menjadi wadah edukatif guna menanamkan, membumikan dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara yang mencakup Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kami berharap generasi muda yang mengikuti kegiatan ini dapat lebih memahami nilai-nilai luhur bangsa seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dia menambahkan masa depan bangsa Indonesia tidak dibangun dari kota-kota besar di tanah air tetapi lahir dari semangat putra-putri nusantara di seluruh pelosok negeri termasuk Papua Pegunungan.

“Kami percaya dari tanah Papua Pegunungan akan lahir generasi yang mampu membawa Indonesia semakin maju dan jadikan empat pilar MPR sebagai fondasi berpikir, bersikap, bertindak agar Indonesia semakin maju berdaulat adil dan makmur,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026