
Wagub harap ERB terus perkuat layanan keuangan di 3T Papua

Jayapura (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen berharap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 dapat memperkuat layanan keuangan sekaligus memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Provinsi Papua.
"Rupiah bukan sekadar alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan negara, identitas bangsa, sekaligus perekat persatuan Indonesia. Karena itu, memastikan masyarakat di wilayah kepulauan dan kawasan 3T memperoleh uang yang layak edar yang menjadi bentuk kehadiran negara yang nyata, adil, dan merata," katanya saat pelepasan ERB Tahun 2026 di Jayapura, Papua, Selasa.
Menurut Aryoko, pihaknya memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang kembali menyelenggarakan ERB sebagai upaya menghadirkan layanan kas hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
"Kegiatan tersebut menjadi bukti sinergi antarlembaga dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya di daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan," ujarnya.
Dia menjelaskan Papua memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang menantang sehingga banyak masyarakat di pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir belum memperoleh akses layanan keuangan secara optimal.
"Karena itu kolaborasi antara Bank Indonesia, TNI AL, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pelayanan dapat menjangkau seluruh warga tanpa terkecuali," katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono mengatakan pelaksanaan ERB Papua 2026 kali ini menyediakan uang layak edar senilai Rp20 miliar, yang akan menjangkau lima pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
"Kegiatan ERB merupakan hasil sinergi BI dengan TNI Angkatan Laut untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses terhadap uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional," katanya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
