
BPS laporkan ekonomi Papua semester pertama 2026 tumbuh 4,73 persen

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua melaporkan perekonomian Papua pada semester pertama 2026 tumbuh 4,73 persen secara kumulatif (c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pelaksana tugas Kepala BPS Provinsi Papua Akhmad Jaelani di Jayapura, Rabu, mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih berada pada jalur pertumbuhan meski mengalami perlambatan secara triwulanan.
“Pertumbuhan kumulatif tersebut merupakan akumulasi kinerja ekonomi sepanjang Januari hingga Juni 2026 berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan,” katanya.
Menurut Akhmad, secara kumulatif, ekonomi Papua pada semester pertama 2026 tumbuh 4,73 persen dibandingkan semester pertama tahun 2025.
“Kami mencatat pada Triwulan II 2026, ekonomi Papua yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp24,82 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp13,88 triliun,” ujarnya.
Dia menjelaskan secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), ekonomi Papua pada triwulan II 2026 tumbuh 0,94 persen dibandingkan triwulan II 2025. Namun, apabila dibandingkan dengan triwulan I 2026 atau secara quarter-to-quarter (q-to-q), perekonomian Papua mengalami kontraksi sebesar 4,49 persen.
“Capaian tersebut mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi yang dipengaruhi oleh perkembangan pada berbagai lapangan usaha sepanjang semester pertama tahun ini. Meski secara triwulanan mengalami penurunan, kinerja kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya lagi.
Dia menambahkan data pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator penting untuk menggambarkan perkembangan aktivitas produksi barang dan jasa di suatu wilayah sehingga diharapkan informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami bakal terus memantau perkembangan indikator ekonomi daerah pada triwulan-triwulan berikutnya guna memberikan gambaran mengenai arah pertumbuhan ekonomi Papua sepanjang 2026,” ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
