
Pemkab sebut 71 sekolah dan perguruan tinggi Jayawijaya ikut karnaval budaya 2026

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat menyebut 71 sekolah dan perguruan tinggi di daerah ini mengikuti karnaval budaya 2026.
Karnaval budaya menjadi satu rangkaian kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 dengan panitia Disbudpar Kabupaten Jayawijaya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya Naftali F Rumbiak di Wamena, Minggu, mengatakan peserta karnaval budaya di antaranya PAUD-TK hingga SMA/SMK, perguruan tinggi, peguyuban nusantara dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jayawijaya.
Peserta khusus sekolah yang akan mengikuti karnaval budaya di antaranya PAUD-TK berjumlah 18 unit, SD (18), SMP (16), SMA/SMK (16).
"Sementara tiga perguruan tinggi akan ikut dan terdapat delapan peguyuban nusantara yang akan ikut, empat OPD yang hingga saat ini telah mendaftar untuk ikut karnaval,” katanya.
Setiap sekolah, perguruan tinggi, peguyuban nusantara dan OPD berjumlah 30 orang.
“Dan setiap orang dalam setiap tim diwajibkan menggunakan pakaian adat sukunya masing-masing dan tidak boleh menggunakan pakaian adat dari daerah lain. Contohnya saya orang asli Papua (OAP) dari Biak maka saya harus pakai pakaian adat Baik, tidak boleh menggunakan pakaian adat Wamena,” ujarnya.
Dia menjelaskan waktu pelaksanaan sesuai arahan pimpinan itu untuk peserta PAUD-TK pukul 08.30 WIT sudah dilepas sejauh 600 meter, sedangkan peserta lainnya akan menyesuaikan di lapangan.
“Jarak tempuh dari karnaval ini juga berbeda-beda, di mana PAUD-TK hanya 600 meter, SD 1,8 kilometer, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, peguyuban nusantara dan OPD itu 2,8 kilometer yang dimulai dari depan kantor bupati-Jalan Trikora-Jalan Irian-Jalan Sudirman (SMA N 1), finisnya depan Tugu Salib,” katanya.
Setelah finis, kata dia, guru dan orang tua mengarahkan siswa untuk bubar dan kembali ke tempat masing-masing sehingga tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.
“Sesuai arahan pimpinan dan aparat keamanan dalam rapat tadi (9/8), kalau terjadi penumpukan dapat sedikit terjadi kerawanan,” ujarnya.
Dia memastikan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, akan membantu pengamanan jalannya karnaval budaya yang akan diselenggarakan pada Senin (10/8) 2026 di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
“Pengamanan dalam kegiatan karnaval ini dilakukan oleh TNI dan Polres Jayawijaya, khususnya untuk teman-teman polisi mereka akan pengamanan dalam dan luar atau terbuka, tertutup untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan,” katanya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
