
Pemprov terus fokus tingkatkan produktivitas dan hilirisasi kopi Papua

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Bank Indonesia (BI) setempat terus fokus meningkatkan produktivitas dan hilirisasi kopi Papua guna memperluas akses pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di daerah itu.
Asisten Bidang Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Senin, mengatakan pengembangan kopi Papua harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem perkopian.
"Pada Minggu (9/8) kami telah melakukan penutupan Festival Kopi (Feskop) Papua 2026, di mana setelah kegiatan ini harus ada keberlanjutan melalui peningkatan produktivitas, inovasi, hilirisasi dan perluasan akses pasar," katanya.
Menurut Suzana, pengembangan kopi Papua harus terus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan kualitas produk, termasuk melalui inovasi serta hilirisasi, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.
"Karena itu, kami tidak dapat bekerja sendiri semua pihak harus bersama-sama agar kopi Papua dapat terus berkembang dan dikenal secara lebih luas secara berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Warsono mengatakan Feskop 2026 merupakan program strategis yang mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya UMKM kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Papua.
"Feskop menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi bagi seluruh ekosistem kopi Papua, mulai dari petani, pelaku UMKM, roaster, barista, komunitas, lembaga keuangan, pemerintah hingga masyarakat sebagai konsumen," katanya.
Menurut Warsono, oleh sebab itu pada pelaksanaan Feskop selama tiga hari juga memberikan ruang bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.
"Untuk itu melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha dan petani diharapkan memperoleh peluang baru untuk memperluas pasar serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkopian," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
