
Integrasi pajak dan subsidi BBM perkuat PAD Kabupaten Jayawijaya

Wamena (ANTARA) - Kantor Samsat Wamena, Papua Pegunungan, memperkuat integrasi pembayaran pajak kendaraan dengan akses bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Jayawijaya.
Plt Kepala Samsat Wamena Jhon Lantha mengatakan setiap pemilik kendaraan roda empat dan enam yang melunasi kewajiban pajak akan memperoleh kode batang atau barcode untuk mengakses BBM bersubsidi, khususnya pertalite.
“Kami memastikan setiap warga atau wajib pajak yang melunasi pajak kendaraan roda empat dan enam langsung memperoleh barcode BBM bersubsidi dari pemerintah,” kata Jhon di Wamena, Senin.
Menurut dia, keterhubungan antara kepatuhan membayar pajak dan akses terhadap BBM bersubsidi memberikan manfaat ganda bagi daerah. Selain mendorong penerimaan pajak kendaraan, sistem tersebut dapat membantu memastikan subsidi energi dinikmati kendaraan yang tercatat dan memenuhi kewajiban administrasinya.
Saat ini, penggunaan barcode untuk pembelian pertalite telah diterapkan di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kota Wamena. Sementara pembelian biosolar bersubsidi masih menggunakan sistem kupon yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya.
Samsat Wamena mendorong Pemerintah Kabupaten Jayawijaya untuk memperluas penggunaan barcode pada penyaluran biosolar sehingga mekanisme pengendalian BBM bersubsidi dapat semakin terintegrasi dengan basis data kendaraan.
“Oleh karena itu, kami bersama Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengikuti arahan provinsi untuk memberlakukan sistem barcode sehingga pendapatan asli daerah dari sektor pajak dapat semakin optimal,” ujarnya.
Jhon mengatakan penerimaan pajak kendaraan memiliki arti penting bagi kapasitas fiskal daerah karena hasil penerimaan tersebut didistribusikan kepada delapan pemerintah kabupaten di Papua Pegunungan.
Setiap hari setelah pelayanan Samsat berakhir pada pukul 15.00 WIT, penerimaan pajak yang menjadi hak pemerintah kabupaten langsung disalurkan. Dari delapan kabupaten tersebut, menurut dia, Jayawijaya menerima bagian terbesar.
“Untuk hari ini saja kami mengirim penerimaan pajak kendaraan ke Jayawijaya sebesar Rp1,8 miliar,” katanya.
Besarnya penerimaan tersebut menunjukkan potensi pajak kendaraan sebagai salah satu sumber pendapatan yang dapat terus dioptimalkan melalui peningkatan kepatuhan masyarakat dan perbaikan sistem pelayanan.
Oleh karena itu, Samsat Wamena akan menambah dan memperkuat keberadaan petugas pajak di APMS wilayah Jayawijaya. Langkah tersebut diarahkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan sekaligus memperkuat implementasi barcode dalam pembelian BBM bersubsidi.
“Kami akan memperkuat petugas lapangan di setiap APMS sehingga pelayanan barcode untuk pengisian BBM bersubsidi dapat lebih optimal dan wajib pajak yang rutin membayar pajak bisa menikmati BBM bersubsidi,” ujarnya.
Pelayanan pembayaran pajak kendaraan di Samsat Wamena berlangsung setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIT.
Penerapan akses BBM bersubsidi berbasis kepatuhan pajak tersebut difokuskan pada kendaraan roda empat dan enam. Adapun jenis BBM yang diatur dalam mekanisme tersebut meliputi pertalite dan biosolar yang disalurkan melalui APMS di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
