
DKLH Papua terus kembangkan usaha warga berbasis hasil hutan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) setempat terus mengembangkan usaha masyarakat berbasis hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai upaya meningkatkan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian hutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKLH Provinsi Papua Yaconias Maitindom di Jayapura, Selasa, mengatakan pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan kayu, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber pangan, usaha, jasa lingkungan, dan pendanaan iklim.
"Prinsipnya adalah meningkatkan pendapatan per satuan hasil, bukan meningkatkan pendapatan dengan memperbanyak penebangan," katanya.
Dia menjelaskan pengembangan usaha masyarakat dilakukan melalui perhutanan sosial dan hutan adat, penguatan Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), koperasi, serta Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA).
"Sehingga kami memberikan pendampingan mulai dari pemetaan potensi dan akses legal, penguatan kelembagaan, pelatihan produksi, bantuan sarana produksi, hingga pendampingan usaha dan pemasaran,"katanya lagi.
Lebih lanjut ia mengatakan DKLH Papua juga mendorong pengolahan produk agar memiliki nilai tambah sehingga masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mampu mengolah, mengemas, dan memasarkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
"Pada kegiatan pengembangan usaha perhutanan sosial kami mencatat telah melakukan pendampingan pada lima kampung, yakni Maruway, Armopa, Maribu, Sewan, dan Doyo Lama, dengan sasaran KTH/KUPS sekitar 123 peserta," ujar dia lagi.
Menurut Yaconias, masih banyak sejumlah komoditas yang berpotensi dikembangkan masyarakat antara lain madu hutan, minyak kayu putih, minyak atsiri, jamur tiram, buah dan produk olahan mangrove, gaharu, damar, rotan, bambu, tanaman obat, serta buah-buahan hutan.
"Selain HHBK ada juga pengembangan komoditas agroforestri seperti kakao, kopi, pala, vanili, dan matoa yang dapat ditanam tanpa membuka hutan alam," ujar dia.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
