
Pemkot Jayapura perkuat pembinaan BUMKam sebagai penggerak ekonomi

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) terus memperkuat pembinaan dan pendampingan terhadap Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) sebagai salah satu instrumen penggerak perekonomian sekaligus sumber pendapatan asli kampung.
Kepala DPMK Kota Jayapura Makzi L. Atanay di Jayapura, Rabu, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha yang dimiliki kampung dan diharapkan mampu menghasilkan keuntungan sehingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan kampung dan kesejahteraan masyarakat.
"Dengan demikian BUMKam harus mampu memberikan profit kepada pemerintah kampung dalam bentuk pendapatan asli kampung," katanya.
Menurut Makzi, pembinaan terhadap BUMKam terus dilakukan mulai dari proses pembentukan badan hukum hingga sertifikasi badan hukum kemudian pembinaan juga mencakup penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga termasuk rencana program dan kegiatan usaha masing-masing BUMKam.
"Setelah proses pembentukan kelembagaan, kami juga memberikan bimbingan teknis dan pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan usaha maupun manajemen BUMKam," ujarnya.
Dia menjelaskan saat ini terdapat 14 BUMKam di Kota Jayapura dan dari jumlah tersebut sebagian telah masuk dalam kategori rintisan dan berkembang sementara sebagian lainnya masih membutuhkan pendampingan agar kegiatan usahanya dapat berjalan secara optimal.
"Beberapa BUMKam dinilai telah menjalankan kegiatan usaha secara nyata antara lain BUMKam Kampung Holtekamp, BUMKam Kampung Waena, dan BUMKam Kampung Koya Koso, di mana jenis usaha yang dijalankan seperti usaha ayam petelur, minimarket dan depot air minum," katanya lagi.
Dia menambahkan saat ini DPMK Kota Jayapura memfokuskan kegiatan fasilitasi kerja sama dengan pihak ketiga untuk mendorong pengelolaan BUMKam agar semakin kuat dan profesional.
Dia mengatakan penguatan BUMKam tidak hanya diarahkan untuk membangun aktivitas ekonomi masyarakat kampung tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal kampung melalui peningkatan pendapatan asli kampung.
"Kami juga mendorong seluruh BUMKam yang telah dibentuk dan memiliki kepengurusan untuk melaksanakan musyawarah BUMKam setiap tahun," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
