Logo Header Antaranews Papua

Pemprov sebut seni dan film perkuat identitas Papua

Kamis, 13 Agustus 2026 13:29 WIB
Image Print
Fashion Show Noken dilaksanakan dalam kegiatan peluncuran film dokumenter "Tong Masih Disini" di Jayapura, Rabu (12/8/2026). ANTARA/Ardiles Leloltery)

Jayapura, Papua (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menegaskan seni dan film tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga mampu merekam kenyataan dan memperkuat identitas masyarakat.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Boni Asso di Jayapura, Kamis, mengatakan Papua memiliki kekayaan alam, tradisi, serta keberagaman masyarakat yang luar biasa, namun wilayah ini seringkali dilihat dari sisi persoalan sosial dan konflik.

"Padahal, ada begitu banyak cerita tentang kreativitas, budaya dan juga keindahan alam yang patut dikenal oleh masyarakat luas," katanya.

Menurut Asso, penyelenggaraan "Impact Papua: Film, Culture, and Creativity" sekaligus peluncuran film dokumenter "Tong Masih Disini" yang dilaksanakan komunitas kreatif Imaji Papua merupakan wadah untuk menyampaikan pesan dalam membangun kesadaran publik.

"Ini bukan sekadar kegiatan seni dan kreativitas tetapi ini adalah ruang untuk bercerita tentang Papua melalui perspektif masyarakat dan generasi muda itu sendiri," ujarnya.

Dia menjelaskan film dokumenter "Tong Masih Disini" menghadirkan cerita tentang rantai ekonomi lokal yang mempertemukan petani, pedagang, pekerja, dan pelaku usaha kecil dan menengah.

"Film ini menyampaikan pesan tentang kerja dan harapan yang tumbuh dari kehidupan masyarakat setiap hari," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya menilai kegiatan tersebut membuka peluang ekonomi, memperkuat UMKM dan industri kreatif kemudian membangun ruang bersama yang menghargai adat, budaya, dan keberagaman sebagai kekuatan persaudaraan.

"Kami mengajak generasi muda Papua untuk tidak hanya menjadi penonton tetap turut menjadi bagian dari perubahan," ujarnya.

Pemprov Papua terus mendukung ekosistem kreatif yang melibatkan generasi muda, komunitas, akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat untuk memperkuat cerita lokal sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026