Logo Header Antaranews Papua

Stok obat ARV untuk 4.208 pengidap HIV/AIDS di Papua Selatan "aman"

Sabtu, 15 Agustus 2026 21:17 WIB
Image Print
Kadinkes P2KB Papua Selatan dr.Benedicta Rahangiar. ANTARA/HO/Dokumentasi

Jayapura (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Selatan Benedicta Rahangiar mengatakan, persediaan obat Anti Retra Virus (ARV) untuk 4.208 orang pengidap HIV/AIDS hingga kini aman.

Dihubungi dari Jayapura, ia menjelaskan obat ARV yang diberikan secara gratis ke pengidap HIV/AIDS hingga kini tersedia.

"Obat tersebut secara berkala dipasok sehingga pengidap HIV/AIDS tidak perlu khawatir mengingat obat ARV harus diminum setiap hari seumur hidup," kata Kadinkes P2KB Papua Selatan dr Benedicta Rahangiar kepada Antara, Sabtu.

Ia mengatakan, 4.208 pengidap itu terdiri dari 2.429 orang HIV dan sisanya AIDS, yang tersebar di empat kabupaten di Papua Selatan.

Dari 83 puskesmas yang dimiliki, tercatat 18 puskesmas yang sudah melayani pemberian obat ARV dan terbanyak berada di Kabupaten Merauke yaitu 14 puskesmas, Mappi dan Asmat masing-masing dua puskesmas sedangkan di Kabupaten Boven Digoel belum ada puskesmas yang melayani.

"Ke depan kami mengusahakan di Kabupaten Boven Digoel juga ada puskesmas yang melayani pemberian obat ARV mengingat di daerah itu terdapat 304 orang pengidap HIV/AIDS," kata Benedicta.

Ditambahkan, dari data yang ada terungkap usia pengidap virus yang hingga kini belum ada obatnya itu terbanyak berada di umur 25-49 tahun.

Adapun sebaran kasus tersebut terbanyak di Kabupaten Merauke tercatat 3.157 orang, menyusul, Kabupaten Asmat 434 orang , Mappi 313 orang dan Boven Digoel 304 orang, kata dr Benedicta Rahangiar.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026