Logo Header Antaranews Papua

Pemprov biayai kuliah 500 mahasiswa Papua Pegunungan

Selasa, 18 Agustus 2026 21:31 WIB
Image Print
Plt Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengenai bantuan pendidikan program siswa unggul Papua yang telah berjalan sejak tahun 2017-2026.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat membiayai pendidikan 500 mahasiswa asli daerah setempat di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor di Wamena, Sabtu, mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya masih membiayai 500 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

“Kami masih membiayai 500 mahasiswa Program Siswa Unggul Papua yang telah berjalan sejak tahun 2017 silam sewaktu wilayah Papua Pegunungan masih bergabung bersama Provinsi Papua di zaman almarhum Gubernur Lukas Enembe,” katanya.

Menurut dia, pembiayaan 500 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri akan selesai dalam tahun ini.

“Masyarakat di wilayah Papua Pegunungan harus mengetahui bahwa pembiayaan program warisan siswa unggulan Papua yang berjalan sejak tahun 2017 akan berakhir di tahun ini. Nanti setelah program ini selesai, maka program lain akan kembali diluncurkan,” ujarnya.

Untuk program pendidikan perguruan tinggi pada tahun 2027, kata dia, sesuai arahan kepala daerah, mahasiswa yang dikirim disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Program pendidikan bagi mahasiswa di tahun depan akan diprioritaskan sesuai dengan peluang kerja di daerah, seperti tenaga spesialis kesehatan, spesialis pengelola Sumber Daya Alam (SDA) atau sekolah-sekolah khusus yang nanti dibiayai oleh pemerintah. Dan kami tidak membiayai semua jurusan di perguruan tinggi, tetapi jurusan-jurusan khusus saja,” katanya.

Dia menambahkan biaya yang dianggarkan untuk membiayai 500 mahasiswa Program Siswa Unggul Papua baik di dalam maupun luar negeri yang selesai dalam tahun ini kurang lebih sebesar Rp50 miliar.

“Kami mengucurkan anggaran kurang lebih Rp50 miliar untuk membiayai Program Siswa Unggul Papua yang berlangsung sejak 2017 dan berakhir di tahun ini. Tentu harapan kami mahasiswa yang telah didukung pembiayaan daerah supaya kembali dan membangun daerah ini sesuai basis ilmu yang diperoleh,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026