Logo Header Antaranews Papua

Pangdam Cenderawasih sebut Kampung Pancasila jadi wadah perkuat toleransi warga

Senin, 24 Agustus 2026 05:02 WIB
Image Print
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Sikumbang. ANTARA/Evarukdijati

Jayapura (ANTARA) - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan keberadaan kampung Pancasila diharapkan menjadi wadah dalam memperkuat toleransi antar warga sekaligus meningkatkan persatuan dan kesatuan.

"Apalagi pembentukan kampung Pancasila itu merupakan bentuk pembinaan teritorial TNI-AD dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila," ujar Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang di Jayapura, Jumat.

Melalui kampung Pancasila, dia berharap bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat gotong royong, toleransi, persatuan, kemandirian, serta kepedulian terhadap kemajuan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan Mabes TNI saat ini menggelar lomba Kampung Pancasila dan untuk wilayah Kodam XVII Cenderawasih diwakili Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, yang berada di perbatasan RI-PNG.

"Kampung Holtekamp mewakili Kodam XVII Cenderawasih dalam lomba Kampung Pancasila yang dilaksanakan Mabesad dan akan bersaing dengan 63 kampung lainnya dari seluruh Indonesia," kata Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Walikota Jayapura Abisai Rollo mengapresiasi terpilihnya Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, mewakili Kodam XVII Cenderawasih mengikuti lomba Kampung Pancasila.

"Kami sangat mengapresiasi terpilihnya Kampung Holtekamp mengikuti lomba Kampung Pancasila bersama 63 kampung lainnya di seluruh Indonesia ," kata Rollo.

Menurutnya, dari penjelasan yang didapat kriteria penilaian untuk ikut lomba Kampung Pancasila itu beragam sehingga diharapkan dapat menjadi cermin persatuan dan kesatuan.

"Diharapkan makin banyak kampung Pancasila karena kita sebagai warga negara Indonesia harus mencintai negara dan Pancasila sebagai Dasar Negara, " ujar Wali Kota Jayapura Abisai Rollo.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026