Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua Pegunungan dorong penerapan pendidikan berbasis digital

Senin, 24 Agustus 2026 05:19 WIB
Image Print
Plt Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan terkait pendidikan berbasis digital. ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mendorong penerapan pendidikan berbasis digital di delapan kabupaten daerah setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Papua Pegunungan Simon Sembor dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu mengatakan pendidikan berbasis digital telah ditetapkan di sejumlah sekolah di daerah ini.

“Kami memastikan pendidikan berbasis digital telah dilakukan di sejumlah sekolah di delapan kabupaten Papua Pegunungan. Meski keterbatasan sarana prasarana penunjang tetapi guru-guru tetap mendorong pendidikan berbasis digital dilaksanakan,” katanya.

Menurut Simon, untuk mensukseskan program pendidikan berbasis digital di Papua Pegunungan maka pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI telah menyalurkan perangkat televisi dan internet di sejumlah sekolah di daerah ini.

“Kami dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyambut baik dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dalam memberikan sarana penunjang pembelajaran digital berupa televisi dan jaringan internet,” ujarnya.

Dia menjelaskan koordinasi terus dibangun antara Disdikbud Papua Pegunungan dengan dinas pendidikan delapan kabupaten supaya program atau rencana pendidikan itu dapat berjalan baik.

“Kami juga membangun komunikasi dan koordinasi dengan dinas pendidikan delapan kabupaten supaya proses pendidikan bisa berjalan dengan baik. Contohnya, apa yang dibutuhkan dapat disampaikan ke provinsi, apabila ada anggaran maka bisa dipenuhi permintaan itu,” katanya.

Dia menambahkan untuk lebih mengoptimalkan pendidikan di satuan pendidikan mulai PAUD-SMA/SMK maka orang tua harus dapat membatasi penggunaan telepon genggam yang dapat digunakan bermain permainan atau mengakses media sosial.

“Dalam kesempatan ini kami harap orang tua membantu guru-guru supaya anak-anaknya tidak bermain permainan di telepon genggam tetapi fokus untuk belajar. Permainan di telepon genggam bisa mengurangi konsentrasi anak dan merusak mata mereka ketika bermain dalam jangka waktu lama,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026