Logo Header Antaranews Papua

PMI Papua tingkatkan kapasitas personel laksanakan operasi kemanusiaan

Rabu, 26 Agustus 2026 14:41 WIB
Image Print
Foto bersama pembukaan lokakarya markas tangguh relawan siaga yang diselenggarakan PMI Papua di Jayapura, Rabu (26/8/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua

Jayapura (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Papua meningkatkan kapasitas, kesiapsiagaan, dan profesionalisme personel dalam melaksanakan operasi kemanusiaan di wilayah yang terdampak oleh kedaruratan dan konflik sosial melalui lokakarya markas tangguh relawan siaga.

Ketua PMI Papua Zekeus Degey di Jayapura, Rabu, mengatakan dalam situasi kedaruratan akibat bencana alam maupun konflik sosial PMI dituntut hadir dan memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan terukur.

"Kesiapsiagaan pengurus, staf, dan relawan merupakan kunci keberhasilan respons kedaruratan tersebut, terutama di tengah dinamika situasi di lapangan yang sering kali tidak menentu dan berisiko tinggi," ujarnya.

Dia menjelaskan khusus pada situasi kekerasan akibat gangguan keamanan dan konflik sosial, tantangan yang dihadapi relawan sebagai garda terdepan di lapangan jauh lebih kompleks dibandingkan dengan bencana alam.

"Selain menguasai keterampilan teknis seperti evakuasi dan pertolongan pertama, relawan juga wajib memahami dan mengamalkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, terutama prinsip kesamaan, kesukarelaan, kenetralan, dan kemandirian," ujarnya.

Selain itu, relawan mampu menerapkan kerangka akses yang lebih aman (safer access framework), termasuk memahami pedoman penugasan personel PMI pada masa darurat.

"Pemahaman tersebut juga harus dapat dikomunikasikan dengan baik kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat," katanya.

Dia menambahkan kegiatan ini perlu dilakukan guna memastikan seluruh personel PMI (pengurus, staf, dan relawan) memiliki kesiapan mental, fisik, taktik, dan pemahaman regulasi yang sama saat diterjunkan ke wilayah kedaruratan dan konflik sosial.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait pembagian tugas, rantai komando/koordinasi, dan prosedur operasi standar (SOP) PMI pada masa kedaruratan," ujarnya.

Selain itu, diharapkan meningkatkan pemahaman personel PMI mengenai safer access framework untuk menjamin keamanan dan keselamatan personel dan perlindungan lambang di area kedaruratan, sensitif, gangguan keamanan, atau konflik.

"Membekali personel PMI dengan kemampuan komunikasi interpersonal, diseminasi, advokasi dan diplomasi kemanusiaan dasar untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan, komunitas terdampak," katanya.

Selain itu, menyusun rencana kontingensi dan operasi tangkap darurat, termasuk menyimulasikan alur mobilisasi relawan dan bantuan saat penugasan darurat.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026