Logo Header Antaranews Papua

1.039 pelanggan PLN di Papua manfaatkan program diskon tambah daya

Rabu, 26 Agustus 2026 14:46 WIB
Image Print
Pegawai PLN memberikan pendampingan kepada pelanggan dalam memanfaatkan promo “Merdeka Daya” melalui aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan diskon tambah daya listrik 50 persen. (ANTARA/HO- PLN Papua)

Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mencatat sebanyak 1.039 pelanggan di Tanah Papua telah memanfaatkan Program "Merdeka Daya" berupa diskon biaya tambah daya listrik sebesar 50 persen.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur di Jayapura, Papua, Rabu, mengatakan dengan tingginya minat pelanggan maka masa berlaku program tersebut hingga 31 Agustus 2026.

"Perpanjangan program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam merespons kebutuhan masyarakat terhadap kecukupan daya listrik dengan biaya yang lebih terjangkau," katanya.

Menurut Robert, kebutuhan listrik yang memadai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan produktif.

"Kami berharap perpanjangan waktu ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelanggan yang sebelumnya belum sempat mendaftar," ujarnya.

Dia menjelaskan program diskon 50 persen "Merdeka Daya" berlaku secara nasional bagi konsumen tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif. Di mana program tersebut diperuntukkan bagi pelanggan dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA yang ingin menambah daya sampai batas maksimal 7.700 VA.

"Namun untuk mengikuti program itu, pelanggan harus telah terdaftar sebagai pelanggan PLN sebelum 1 Agustus 2026 dan melunasi seluruh kewajiban tagihan listrik," katanya lagi.

Dia menambahkan Beban puncak di seluruh sistem Papua dan Papua Barat diproyeksikan mencapai 318,11 megawatt (MW), sedangkan daya mampu pasok mencapai 425,59 MW.

"Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 107,48 MW yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026