
128 desa di Papua telah dialiri listrik pada semester pertama 2026

Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mencatat hingga semester I 2026 pihaknya telah mengalirkan listrik ke sebanyak 128 desa di wilayah setempat.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth di Jayapura, Jumat, mengatakan penyediaan akses listrik tersebut merupakan bagian dari upaya PLN memperluas layanan kelistrikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik.
"Sebanyak 128 desa yang baru terlistriki tersebut tersebar di Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya," katanya.
Menurut Robert, pihaknya masih terus menjadikan seluruh provinsi di Tanah Papua sebagai wilayah prioritas dalam pengembangan dan pemerataan akses listrik pada 2026.
"Saat ini untuk kondisi sistem kelistrikan kami memiliki daya mampu sebesar 334,720 kilowatt (kW), dengan beban puncak mencapai 246,524 kW," ujarnya.
Dia menjelaskan di mana dengan kondisi tersebut PLN memiliki cadangan daya mencapai 88,196 kW, sehingga dapat menjadi penyangga untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
"Cadangan daya ini menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,” katanya lagi.
Dia menambahkan dari sisi keandalan, indeks durasi gangguan rata-rata atau System Average Interruption Duration Index (SAIDI) tercatat 120,79 menit per pelanggan, lebih rendah dari target 146,72 menit per pelanggan.
Sementara itu, indeks frekuensi gangguan atau System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) berada pada 1,22 kali per pelanggan, lebih rendah dibandingkan target 2,12 kali per pelanggan.
"Kami bakal terus mengupayakan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah kerja yang mencakup enam provinsi di Tanah Papua," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
