
Pemprov Papua targetkan produksi padi CSR di Senggi capai 10 ton per hektare

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pertanian setempat menargetkan produktivitas padi hingga 10 ton per hektare melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Papua Lunanka V.M.L. Daimboa di Jayapura, Senin, mengatakan target tersebut diupayakan melalui penerapan teknologi pertanian modern Advanced Agriculture System (AAS) di mana salah satunya metode PM-AAS yang akan diuji pada lahan percontohan.
"Yang saat ini sudah dibuka sekitar 800 hektare. Kemudian yang kedua sekitar 300 hektare. Total 1.100 hektare sudah dilakukan land clearing dan land leveling," katanya usia melakukan penanaman padi perdana pada lahan cetak sawah rakyat di Senggi, Senin.
Menurut Lunanka, dan saat ini juga sudah mulai masuk tahap cetak dan penanaman.
"Program CSR di Senggi memiliki potensi lahan seluas 6.530,22 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 1.100 hektare telah menjalani proses pembersihan dan perataan lahan," ujarnya.
Dia menjelaskan lahan percontohan akan dikembangkan dengan duka model teknologi pertanian. Sebanyak 50 hektare akan menggunakan metode PM-AAS, sedangkan lahan lainnya memanfaatkan teknologi drone dan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
"Kami optimistis penerapan teknologi pertanian tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil program CSR secara nasional yang berada pada kisaran 4-5 ton per hektare,"katanya lagi.
Dia menambahkan target yang diberikan tersebut bukan tanpa dasar karena uji coba teknologi pertanian sebelumnya di Kabupaten Keerom mampu menghasilkan produksi hingga 12 ton per hektare.
"Pelaksanaan program CSR di Senggi akan melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), penyuluh pertanian, serta sejumlah pihak terkait. Dengan keterlibatan berbagai pihak tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi berjalan optimal sekaligus memberikan pendampingan kepada petani dalam meningkatkan produktivitas lahan," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
