
Delapan saksi diperiksa penyidik dalam kebakaran di Paniai

Jayapura (ANTARA) - Kapolres Paniai AKBP Royke Betaubun mengatakan, saat ini penyidik sudah meminta keterangan dari delapan orang saksi terkait kasus kebakaran yang menyebabkan 11 orang meninggal di Enarotali Timur, Kabupaten Paniai.
Jumlah saksi yang dimintai keterangan akan terus bertambah guna mengungkap penyebab terjadinya kebakaran yang terjadi Senin dini hari (7/9) di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur.
"Pemeriksaan akan terus dilakukan karena dari keterangan salah satu saksi mengungkapkan sebelum kebakaran sempat melihat ada dua orang berada di depan rumah korban Najamuddin," kata Kapolres Paniai AKBP Royke kepada Antara, di Jayapura, Rabu.
Dikatakan, selain memeriksa dan meminta keterangan dari para saksi, anggota reskrim juga sudah melakukan olah TKP dibantu penyidik Ditreskrimum Polda Papua Tengah.
Kebakaran yang menghanguskan sekitar 40 rumah warga yang berprofesi sebagai pedagang kelontong itu menyebabkan kerugian lebih dari Rp 2 miliar.
"Bangunan yang terbakar itu kios sekaligus tempat tinggal yang berisi barang-barang yang mudah terbakar, " kata AKBP
Sebanyak 11 orang yang menjadi korban kebakaran yaitu Najamuddin (70 th), pasangan suami istri (pasutri) Hasyim (30 th) dan Risma Falma(28 th) beserta tiga anaknya yaitu Arsi (9 th), Icha (6 th) dan Al Yusuf (2 th).
Kemudian pasutri Wandi (36 th) dan Herlina (30 th) beserta tiga orang anaknya yakni Aska (9 th), Abie (6 th) dan Adit (5 th).
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
