
Kantor Bea Cukai Jayapura bina lima UMKM berorientasi ekspor

Jayapura (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jayapura melakukan pembinaan kepada lima pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah setempat yang berpeluang mengembangkan pemasaran produk hingga keluar negeri atau ekspor.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan Cukai dan Dukungan Teknis Kantor Bea Cukai Jayapura Hengky Maury di Jayapura, Papua, Kamis, mengatakan pembinaan dilakukan melalui pendataan, pemetaan potensi, sosialisasi regulasi, peninjauan lapangan, hingga asistensi kepada pelaku usaha.
"Kami melihat potensi-potensi yang ada di wilayah kerja kami, kemudian kami kembangkan melalui sosialisasi dan pendampingan, khususnya mengenai regulasi di bidang ekspor," katanya.
Menurut Hengky, pendampingan mencakup pemeriksaan produk, proses produksi serta kelengkapan perizinan. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai persyaratan menjadi eksportir, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), prosedur ekspor, hingga pengurusan dokumen melalui aplikasi kepabeanan.
“Sebelumnya terdapat sekitar 22 UMKM yang didata, namun setelah dilakukan verifikasi yang lolos hanya lima UMKM. Seperti olahan kayu yang dikirim ke China, kemudian ikan tuna diekspor ke Amerika Serikat, serta produk kopi, makanan dan minuman yang dipasarkan ke Papua Nugini (PNG),” ujarnya.
Dia menjelaskan PNG menjadi salah satu pasar potensial karena letaknya berdekatan dengan Papua dan akses pengiriman dapat dilakukan melalui jalur darat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
“Saat ini kami sedang gencar-gencar agar produk olahan ke wilayah Papua Nugini menjadi salah satu pasar yang potensial bagi UMKM Papua karena letaknya berdekatan dan akses pengiriman dapat dilakukan melalui jalur darat,” katanya lagi.
Dia menambahkan, pihaknya yakin dengan semakin banyak UMKM di Papua yang mampu menjadi eksportir sehingga dapat mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan pekerjaan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Karena itu, diperlukan sinergi pemerintah dan instansi terkait untuk meningkatkan produksi sekaligus mencari solusi biaya logistik agar produk UMKM Papua semakin kompetitif di pasar internasional,” ujarnya lagi.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
