
DLH Jayapura ajak warga kurangi limbah makanan demi jaga lingkungan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mengajak masyarakat untuk mengurangi limbah makanan sejak dari sumber sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Salmon Telenggen di Jayapura, Kamis, mengatakan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan fasilitas yang disediakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.
“Masyarakat juga memiliki peran penting dengan mulai bijak mengelola sampah dari diri sendiri, seperti mengurangi makanan yang terbuang, memilah sampah dari sumber, dan memastikan sampah yang dihasilkan dikelola dengan benar,” katanya.
Menurut Salmon, untuk itu pengurangan limbah makanan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang telah diambil, serta mengelola sisa makanan dengan tepat.
"Pada Selasa (29/9) kami mengelar Talkshow Susut dan Sisa Pangan dengan tema 'Ko Bijak Pangan, Ko Selamatkan Bumi' yang digelar bersama WWF-Indonesia di mana kegiatan tersebut melibatkan Sekolah Adiwiyata, komunitas, dan perwakilan instansi pemerintah," ujarnya.
Dia menjelaskan pembahasan mengenai susut dan sisa pangan tidak hanya berhenti pada persoalan makanan yang terbuang, tetapi juga bagaimana sekolah, komunitas, instansi pemerintah, masyarakat perlu mengambil peran untuk mengurangi dari sumber.
Sementara itu, Perwakilan Staf Waste Management Specialist WWF-Indonesia Program Papua Dony Kristiawan mengatakan isu susut dan sisa pangan perlu menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan di daerah.
“Melalui Joint Workplan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, kami mendorong agar isu ini dapat diintegrasikan ke dalam upaya pengelolaan sampah dari sumber, sekaligus diperkuat melalui edukasi di masyarakat,” katanya.
Menurut Dony, terutama pada Sekolah Adiwiyata dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kebiasaan bijak pangan melalui edukasi kepada siswa, guru dan warga sekolah.
"Karena makanan yang terbuang tidak hanya menjadi persoalan sampah, tetapi juga menunjukkan adanya pemborosan sumber daya yang digunakan dalam proses produksi makanan,"ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
