Logo Header Antaranews Papua

BPS catat kelompok transportasi sumbang inflasi Papua pada Agustus 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 12:24 WIB
Image Print
Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura merupakan salah satu pintu masuk ke Papua (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi tahunan (y-on-y) di Papua pada Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Papua Akhmad Jaelani di Jayapura, Kamis, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Papua mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,75 persen pada Agustus 2026.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran,” katanya.

Menurut Akhmad, di mana kelompok transportasi menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan indeks sebesar 7,37 persen dan memberikan andil sebesar 0,97 persen terhadap inflasi Papua.

"Sementara itu, emas perhiasan juga tercatat sebagai salah satu komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan terhadap inflasi y-on-y pada Agustus 2026," ujarnya.

Dia menjelaskan selain transportasi dan emas perhiasan, sejumlah komoditas lain yang dominan menyumbang inflasi tahunan yakni tarif angkutan udara, ikan tuna, bensin, ikan cakalang, daging ayam ras, beras, sate, rekreasi, buah pinang, kangkung, Sigaret Putih Mesin (SPM), serta jasa pemeliharaan atau service.

"Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,43 persen dengan andil 0,83 persen terhadap inflasi," katanya lagi.

Dia menambahkan sedangkan jika dilihat secara bulanan (m-to-m), Papua mengalami deflasi sebesar 0,89 persen pada Agustus 2026. Dan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi antara lain tarif angkutan udara, tomat, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, emas perhiasan, dan ikan ekor kuning.

"Adapun secara tahun kalender (y-to-d), Papua mengalami deflasi sebesar 0,52 persen. Indeks Harga Konsumen Papua tercatat meningkat dari 104,90 pada Agustus 2025 menjadi 107,78 pada Agustus 2026," katanya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026