Retno Marsudi: Inchan 2019 di Banyuwangi lebih spesial

id Inchan 2019, pariwisata banyuwangi, kuliner banyuwangi, Retno Marsudi

Menlu Retno Marsudi bersama dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat pembukaan Inchan 2019 di Banyuwangi, Selasa (13/8) malam. (HO/Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengemukakan bahwa gelaran seni Indonesia Chanel atau Inchan 2019 yang dilaksanakan di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (13/8) malam terasa lebih spesial karena digelar di kabupaten yang mampu menjaga dan mengembangkan budaya lokal.

Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah pelaksanaan pagelaran seni Indonesia Chanel (Inchan) 2019 yang digelar oleh Kementerian Luar Negeri, dengan melibatkan 72 pemuda dari 40 negara peserta program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

"Banyuwangi adalah representasi daerah di Indonesia yang tidak hanya mampu mempertahankan budaya serta ke-bhinnekaannya, tapi pada saat yang sama Banyuwangi bisa melakukan pembangunan yang inovatif," kata Menteri Retno dalam sambutannya saat membuka Indonesia Chanel bertema "Mosaic of Indonesia" di Taman Blambangan Banyuwangi.

Ia juga mengaku bahwa telah banyak mendengar tentang perkembangan dan kemajuan Banyuwangi.

"Banyak orang bercerita tentang kemajuan Banyuwangi, dan sudah lama saya ingin ke sini. Saya sudah mencoba kulinernya yang enak-enak. Saya merasa terhormat bisa hadir di sini," katanya.

Menurut Retno, bukan hal mudah mengombinasikan antara menjaga kearifan lokal dan di satu sisi juga melakukan banyak inovasi, namun hal itu bisa dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi secara bersamaan.

"Banyuwangi mempresentasikan keharmonisan tradisi, toleransi dan kemajuan. Kami memilih Banyuwangi menjadi tempat mempersembahkan hasil belajar mereka selama tiga bulan. Ini sangat sesuai dengan tema malam ini, yakni 'Mosaic of Indonesia'. Kita tahu bahwa Indonesia beraneka warna tetapi Indonesia tetap satu," tutur Retno.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan sangat berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri yang telah memilih Banyuwangi sebagai bagian dari upaya pemerintah mengenalkan budaya Indonesia ke dunia.

"Budaya telah menjadi bagian yang integral dalam kemajuan Banyuwangi selama ini. Di balik kemajuan dan prestasi yang diraih, Banyuwangi tak pernah meninggalkan budaya dan tradisinya," ujar Bupati Anas.

Program BSBI merupakan kegiatan Kementerian Luar Negeri RI yang telah dilaksanakan sejak 2003, dan lewat program BSBI, Indonesia mengajak generasi muda dari berbagai negara untuk mempelajari seni dan budaya Nusantara.

Pada malam gelaran seni Inchan 2019, 72 pemuda mancanegara unjuk kebolehan dalam menari, bermain musik dan melantunkan tembang tradisional dalam suguhan sendra seni budaya kolosal. Dan beragam seni budaya Nusantara ditampilkan dengan istimewa.

Pewarta : Masuki M. Astro/Novi Husdinarianto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar