Kemenkop: Akses pembiayaan dana bergulir dipermudah

id dana bergulir,lembaga pengelola dana bergulir,kemenkop dan ukm

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan (kiri tengah) saat menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir-KUMKM di Lampung. Senin(19/08/2019). (Dokumentasi Kemenkop dan UKM)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan menyatakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM terus melakukan perbaikan secara internal agar dapat memberikan layanan lebih baik untuk mempermudah akses pembiayaan.

"Saat ini LPDB sedang melakukan revitalisasi. Kesulitan-kesulitan mengajukan pinjaman di masa lalu dihilangkan. Kami punya komitmen memperbaiki diri," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Rully mengemukakan hal tersebut saat mengikuti acara "Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir" yang digelar LPDB-KUMKM, Bandar Lampung, Senin.

Perbaikan yang dilakukan, antara lain menyangkut prosedur pengajuan pinjaman dari sebelumnya durasi waktu yang tidak jelas, sekarang maksimal selama 21 hari.

Untuk menjangkau pelaku KUMKM yang tersebar di daerah, LPDB menjalin kerja sama dengan Dekopin wilayah, Dinas Koperasi dan UKM, BPR, lembaga penjaminan pinjaman, BPD dan lainnya.

"Ini untuk mengatasi keterbatasan tidak adanya institusi LPDB di daerah," kata Sesmenkop UKM.

Rully menegaskan visi ke depan adalah memberi kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku KUMKM. Hal itu mengingat permodalan merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi KUMKM.

Di satu sisi, penyaluran kredit perbankan ke KUMKM terbatas, baru 19 persen dari total kredit perbankan. Jumlah itu sama dengan 12 persen dari total pelaku UMKM.

"Perbankan tidak bisa disalahkan karena mereka harus bankable. Karena itu, pemerintah menyediakan skema pembiayaan murah untuk menjangkau pelaku KUMKM yang lebih luas," katanya.

Rully menambahkan penyaluran dana bergulir lewat koperasi sangat penting. Koperasi selanjutnya akan menyalurkan pembiayaan tersebut ke anggotanya dengan bunga pinjaman yang terjangkau.

Karena itu, ia mengharapkan Dekopin wilayah mempersiapkan koperasi di daerah yang benar-benar sehat.

"Tidak bisa lagi seperti di masa lalu, koperasi yang hanya ingin mencari bantuan atau mencari fasilitas. Koperasi yang mendapat pembiayaan dari LPDB harus koperasi yang sehat," tegas Rully.

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar