Menko Darmin sebut fintech efektif tingkatkan inklusi keuangan

id Fintech,Menko Darmin,inklusi keuangan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Indonesia Fintech Forum di Jakarta, Rabu (4/9/2019). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa perusahaan financial technology (fintech) dapat secara efektif meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia karena masyarakat bisa lebih terhubung dengan perbankan dalam rangka membuka rekening dan pemanfaatannya.

“Fintech jauh lebih ampuh dalam mendorong keuangan inklusif, perbankan akan bisa membantu masyarakat membuka rekening,” katanya saat ditemui di Auditorium Dhanapala, Jakarta, Rabu.

Adopsi teknologi yang sangat masif di industri keuangan terlihat dari cara masyarakat mengakses layanan keuangan hingga peningkatan perkembangan fintech yang sangat pesat terutama pada pembayaran dan pinjaman (lending).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar yang menyebutkan bahwa ada 113 fintech pinjaman yang terdaftar. Sedangkan berdasarkan data Bank Indonesia ada 58 fintech pembayaran yang berizin per Agustus 2019.

Darmin melanjutkan, perkembangan tersebut sangat membantu para pelaku UMKM dan turut juga menangani penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan akumulasi pinjaman dari fintech lending mencapai lebih dari Rp200 triliun pada akhir 2020.

Baca juga: Menko Darmin sebut kualitas SDM jadi tantangan pengembangan fintech

“Paling mudah untuk startup (fintech) masuk ke sana. Kemudian bisa diorganisasikan petani atau peternaknya dalam penyaluran KUR. Di sini tingkat survivalnya tinggi daripada masuk ke bidang lain,” ujarnya.

Senada dengan Darmin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo juga mengatakan bahwa fintech bisa meningkatkan inklusi keuangan negara namun industri tersebut harus terhubung dengan perbankan.

“Sesuai visi BI, mengadopsi developer approach, mengembangkan startup dan disambungkan dengan perbankan,” katanya.

Menurut Perry, dengan adanya teknologi yang telah mengubah sebagian besar kegiatan perekonomian seperti membuat layanan keuangan menjadi cepat dan mudah sehingga regulator perlu memahami lanskap dan ekosistem industri tersebut.

Baca juga: OJK jalin kerja sama dengan tiga negara kembangkan fintech

“This is just the beginning. Ini menandakan ekonomi keuangan digital akan semakin berkembang dan akan semakin mendorong inklusi keuangan,” ujarnya.

Perry pun berharap dengan adanya fintech yang bisa menciptakan berbagai produk dan layanan keuangan, kehadiran industri tersebut dapat mempercepat terwujudnya inklusi keuangan yang secara tidak langsung juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar