Polres Garut limpahkan kasus video asusila ke Kejaksaan

id Polres Garut, kejaksaan, video asusila, garut

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi S Wiguna. ANTARA/Feri Purnama

Garut (ANTARA) - Kepolisian Resor Garut melimpahkan berkas penyidikan kasus pembuatan dan penyebaran video asusila ke Kejaksaan Negeri Garut untuk selanjutnya menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat.

"Berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi S Wiguna kepada wartawan di Garut, Senin.

Ia menuturkan, jajaran Satuan Reskrim Polres Garut telah melakukan tahap proses penyidikan dengan tersangka video asusila sebanyak tiga orang yakni pemeran perempuan insial V, kemudian mantan suami V inisial A yang saat ini sudah almarhum, kemudian inisial W terlibat dalam tayangan video asusila itu. 

Ia menyampaikan, tersangka kasus video asusila itu dijerat dengan Pasal 34 junto Pasal 8 Undang-undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman kurungan enam tahun penjara. "Dijerat UU tentang Pornografi dengan ancaman kurungan enam tahun penjara," katanya.

Juga baca: Polres Garut hentikan kasus video asusila tersangka A

Juga baca: Pengacara minta Polres Garut hentikan kasus video asusila

Juga baca: P2TP2A Garut diminta pulihkan mental korban video asusila

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan bahwa tersangka V mengetahui dan menyetujui direkam video saat melakukan hubungan suami istri dengan suaminya dan beberapa orang lainnya.

Selain V, lanjut dia, tersangka lain yakni W dijerat pasal yang serupa karena pengakuannya mengetahui adanya perekaman video asusila tersebut. "Tersangka W juga dijerat pasal serupa," katanya.

Sebelumnya, kasus tersebut terungkap ketika video asusila yang diperankan tersangka tersebar di media sosial, lalu polisi menelusurinya dan berhasil mengungkap pelakunya.

Kedua tersangka yakni V dan W dilakukan penahanan, sedangkan inisial A tidak ditahan karena kondisinya sakit hingga akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar