Rekayasa hujan buatan di Kalteng tunggu awan cumulus

id semain awan cumulus, hujan buatan, kabut asap

Pesawat akan melakukan penyemaian awan cumulus dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu (18/9/2019). ANTARA/Rendhik Andika/am.

Palangka Raya (ANTARA) - Koordinator Lapangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kalimantan Tengah, Fikri Nur Muhammad mengatakan pelaksanaan rekayasa hujan buatan di wilayah Kalteng menunggu adanya potensi awan cumulus.

"Hari ini potensi awan cumulus berada di wilayah utara Kalimantan Tengah sekitar Kabupaten Murung Raya. Saat ini kita masih menunggu potensi tersebut apakah bisa disemai atau tidak," kata Fikri di terminal lama Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Rabu.

Pihaknya pun akan terus memantau perkembangan cuaca sehingga ketika dinyatakan ada awan yang bisa disemai, pesawat akan langsung terbang menuju lokasi awan cumulus tersebut.

Baca juga: Tangani kebakaran hutan, BPPT semai kapur tohor untuk hujan buatan

Dia menerangkan, pesawat yang digunakan untuk menyemai awan tersebut berjenis CN 295 dengan nomor register A2901 dari Pekan Baru yang didatangkan dari Pekan Baru pada Selasa (17/9).

"Pesawat ini didatangkan atas perintah Bapak Presiden dalam rapat terbatas dan akan siaga di Palangka Raya dengan batas waktu sampai kabut asap reda," katanya.

Dia mengatakan Selasa lalu pesawat milik TNI AU tersebut telah melakukan penyemaian awan di wilayah Timur Banjarmasin dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Jumlah bahan semai yang sudah datang sebanyak 2,5 ton. Kemarin digunakan untuk menyemai sebanyak 1 ton dan sisanya akan digunakan untuk menyemai yang direncanakan dilakukan hari ini," katanya.

Baca juga: BMKG tanggapi hoaks cara bikin hujan buatan saat kemarau

Dia menambahkan, tahap selanjutnya sebanyak 10 ton bahan semai awan cumulus akan tiba menggunakan jalur darat.

Saat berita ini diturunkan, petugas tengah melakukan persiapan penyemaian. Sejumlah petugas juga melakukan pengecekan kelengkapan dan kesiapan alat terutama pesawat yang akan digunakan untuk menyemai.

Diperkirakan waktu terbang pesawat akan memakan waktu maksimal empat jam, namun biasanya waktu jam terbang selama menyemai awan selama dua jam.

Baca juga: Dua pesawat cassa disiapkan untuk operasi hujan buatan di Riau
Baca juga: Hoaks, baskom berisi air dicampur garam ciptakan hujan
Baca juga: 50 ton garam disiapkan untuk modifikasi cuaca di Kalimantan Barat

Pewarta : Rendhik Andika
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar