Berita politik kemarin, spanduk Gibran hingga kegiatan Wapres

id Politik,jokowi

Sejumlah petugas Satpol PP Surakarta menertibkan spanduk bergambar Gibran Rakabuming Raka (Foto: Aris Wasita)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa berita politik kemarin (Minggu 22/9) yang menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, mulai dari kemunculan spanduk putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka jelang pemilihan Wali Kota Surakarta hingga kegiatan Wapres JK yang akan hadiri Sidang Umum PBB.

Berikut sejumlah berita politik kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini:

1. Spanduk Gibran muncul jelang Pilwalkot Surakarta

Spanduk bergambar putra pertama Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, bermunculan di sejumlah titik di Kota Solo jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surakarta 2020.

Selengkapnya di sini

2. Wapres JK diagendakan hadiri Sidang Umum PBB di New York

Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba di New York, Amerika Serikat, Sabtu malam waktu setempat, untuk menghadiri Sidang Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB.

Sidang Umum ke-74 PBB kali ini akan dihadiri oleh 100 kepala negara, tiga wakil kepala negara, 47 perdana menteri, tiga menteri, dua pimpinan delegasi dan 193 delegasi negara anggota PBB.

Selengkapnya di sini

3. Pengamat: Desakan Perppu KPK bisa kembalikan citra pemerintah

Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, menilai penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) terkait KPK bisa mengembalikan citra positif pemerintah di hadapan publik.

Selengkapnya di sini

4. Ketua KPU: Keterlambatan NPHD jangan mengganggu Pilkada 2020

Ketua Komisi Pemilihan Umum RI Arief Budiman mengingatkan Pemilihan kepala daerah 2020 jangan sampai terganggu jika terjadi keterlambatan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada.

Selengkapnya di sini

5. Andre kritik rencana Trisakti berikan gelar kepada Presiden Jokowi

Alumni Universitas Trisakti yang juga politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengkritik rencana almamaternya memberikan anugerah gelar "Putra Reformasi" kepada Presiden Joko Widodo.

Selengkapnya di sini

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar