Pameran Re-Mitologisasi tempat penafsiran ulang karya Basoeki Abdullah

id Basoeki abdullah, remitologisasi, museum basoeki abdullah,Basoeki abdullah art award

Pameran Re-Mitologisasi tempat penafsiran ulang karya Basoeki Abdullah

Lukisan "Dewi Sri di Ladang Anarki" karya Adek Dimas Ajisaka yang dipamerkan dalam "Re-Mitologisasi" di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta. Pameran berlangsung 25 September hingga 25 Oktober 2019. (Antara/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Pameran Re-Mitologisasi yang merupakan karya-karya hasil kompetisi dari "Basoeki Abdullah Art Award #3" merupakan wadah penafsiran ulang para seniman muda pada karya-karya Maestro Basoeki Abdullah.

Salah satu juri yang juga praktisi seni Irwan Karseno mengatakan ada beberapa tema yang sering diangkat oleh Basoeki Abdullah seperti ketubuhan, alam dan juga mitologi.

"Mitologi, ketubuhan dan alam itu sebetulnya menjadi penting untuk ditafsir ulang, tentu penafsiran tersebut dengan kebebasan para seniman muda," kata dia di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan lewat tema-tema tersebut seniman dapat menangkap problema yang ada di dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja mengenai alam yang saat ini sedang mengalami kehancuran yang begitu masif. Begitu juga dengan mitologi yang berkelindan dan sering kali beradu dengan nilai-nilai lainnya di masyarakat.

Baca juga: Kemendikbud harap perupa muda tiru semangat Basoeki Abdullah

Dia mengatakan dalam pameran ini, para juri tidak hanya membebaskan penafsiran saja, tetapi juga membebaskan ekspresi dan media yang dibuat oleh seniman muda, sehingga karya-karya yang tampil tidak hanya sebatas lukisan saja.

Sementara itu kurator pameran Mikke Susanto mengatakan Re-Mitologisasi menjadi tema yang dipilih karena mitos memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, mitos tidak hanya dianggap sebagai kepercayaan tetapi juga dianggap sebagai mengawali sejarah pemikrian.

"Seperti halnya agama, mitos butuh kepercayaan penuh untuk menghidupkan berbagai hal di antara kita," kata dia.

Basoeki Abdullah Art Award adalah kompetisi bagi seniman muda yang digelar tiga tahun sekali. Dalam kegiatan ini para seniman akan mengenal lebih dalam karya-karya sang maestro.

Pada kali ini, sekitar 219 perupa berusia 17-30 tahun mengikuti kompetisi tersebut, total ada 263 judul karya. Dari karya-karya tersebut telah dipilih 40 karya untuk ditampilkan di Museum Basoeki Abduulah dari 25 September sampai 25 Oktober 2019.

Baca juga: Museum Basoeki Abdullah akan pamerkan 40 karya perupa muda terpilih
Baca juga: MRT beri imbas positif pada Museum Basoeki Abdullah

 

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar