Jaga ketersediaan air, ribuan pohon siap ditanam di Kupang

id gerakan menanam pohon,Kupang-NTT,krisis air bersih

Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrry Riwu Kore. ANTARA/Benny Jahang/am.

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang segera menanam 5.000 pohon di lima lokasi sumber air bersih guna menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat di Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

"Pada bulan Oktober Pemerintah Kota Kupang menggerakan semua aparatur sipil negara (ASN), termasuk masyarakat untuk bersama-sama menanam pohon di lima lokasi sumber air di Kota Kupang guna menjaga ketersediaan air di daerah ini," kata Wali Kota Kupang, Jefrry Riwu Kore di Kupang, Kamis.

Lima lokasi yang menjadi sasaran penanaman pohon berada di atas ketinggian sehingga mampu menampung air pada saat musim hujan.

Kelima lokasi yang menjadi pusat kegiatan penanaman 5.000 pohon yaitu Kelurahan Naioni, Kelurahan Fatukoa, Kelurahan Bello, Kelurahan Kolhua dan Kelurahan Sikumana yangi memiliki 10 lokasi sumber mata air.

Ia mengatakan gerakan menanam pohon dilakukan karena bencana kekeringan yang berdampak pada kekurangan air bersih bagi kebutuhan masyarakat setiap tahun menimpa masyarakat daerah ini.

"Dampak kekeringan yang terjadi mengakibatkan kelangkaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat, sehingga perlu dilakukan upaya penghijauan diberbagai sumber mata air agar ketersediaan air di sejumlah sumber mata air tetap tersedia pada musim kemarau," katanya.

Baca juga: Kota Kupang masuk zona krisis air bersih

Ia menegaskan krisis air bersih yang melanda daerah ini sebagai dampak musim kemarau yang menyebabkan banyak sumber mata air mengering.

"Banyak pohon yang ditebang sehingga lokasi yang menjadi sumber mata air menjadi kering. Krisis air bersih di daerah ini diprediksi akan berlangsung hingga Desember 2019," katanya.

Pemerintah Kota Kupang juga sedang mengupayakan untuk mendapatkan alokasi dana dari APBD II untuk pengadaan 10.000 anakan pohon untuk ditanan di kawasan bantaran kali dan sumber-sumber air bersih di Kota Kupang pada 2020, demikian Jefrry Riwu Kore.

Baca juga: 300 penyandang cacat Kupang tanam pohon

Baca juga: Kota Kupang mulai alami krisis air bersih

Baca juga: Jembatan Petuk-NTT ditanami ribuan anakan pohon

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar