IDI: kasus Dokter Soeko bisa pengaruhi layanan kesehatan di pedalaman

id dokter soeko marsetiyo,dokter pedalaman papua,kerusuhan wamena,isi papua

IDI: kasus Dokter Soeko bisa pengaruhi layanan kesehatan di pedalaman

Ketua IDI Papua dr Donald Aronggear mengatakan kasus yang menimpa Dokter Soeko Marsetiyo bisa berimplikasi pada ketersediaan dokter di daerah pedalaman Papua. (ANTARA/Musa Abubar)

Jayapura (ANTARA) - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Papua Donald Aronggear mengatakan bahwa kasus Dokter Soeko Marsetiyo, yang meninggal dunia setelah ditemukan dalam keadaan terluka dalam demonstrasi yang diwarnai anarki di Wamena, bisa mempengaruhi pelayanan kesehatan di daerah pedalaman.

"Kita saat ini kekurangan tenaga dokter, dan dengan adanya Beliau tidak ada begini, maka kita tidak tahu berapa orang yang harus dilayani tetapi tidak dilayani karena Beliau tidak ada," kata Donald di Jayapura, Kamis malam.

Ia mengatakan, kepergian dokter dari daerah pedalaman akan sangat merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di tengah sarana dan prasarana yang terbatas.

"Kalau seperti ini siapa yang nantinya datangkan dokter, tolong dihindari hal seperti begini, karena semua dokter akan takut bertugas di pedalaman Papua," katanya.

Ia mengatakan IDI Papua akan berupaya melindungi para dokter yang bertugas di wilayah kerjanya dan meminta Dinas Kesehatan melindungi dokter-dokter yang bertugas di pedalaman karena keberadaan mereka tidak bisa dinilai dengan uang.

Donald menegaskan bahwa semestinya petugas Palang Merah Indonesia (PMI), dokter, dan tenaga kesehatan tidak boleh disakiti. Ia berharap kejadian sebagaimana yang menimpa Dokter Soeko tak terjadi lagi.

"Sebenarnya Dokter Soeko Marsetiyo dokter langka, Beliau itu senior tetapi masih ada di daerah," katanya.

Baca juga: Dinas Kesehatan Papua pasang bendera setengah tiang untuk Dokter Soeko

Ia menuturkan, Dokter Soeko (53) sudah lama bertugas di Karubaga, Tolikara. Pada Senin (23/9), Dokter Soeko hendak pulang dari Wamena ke Tolikara, namun di tengah jalan dicegat oleh massa demonstran lalu dianiaya. Dokter Soeko sempat dibawa ke RSUD Wamena namun nyawanya tidak tertolong.

Demonstrasi yang berujung kerusuhan di Wamena pada Senin (23/9) mengakibatkan setidaknya 30 orang meninggal dunia dan ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta rusak atau dibakar oleh demonstran.

Di antara korban yang meninggal dunia, ada warga yang tidak sempat menyelamatkan diri saat rumah atau rumah toko mereka dibakar demonstran. Kerusuhan yang terjadi di Wamena juga menyebabkan puluhan warga terluka.

Baca juga:
Korban tewas akibat kericuhan di Wamena jadi 30 orang
Demo anarkis Wamena, puluhan dokter minta dievakuasi


Pewarta : Musa Abubar
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar