DKPP Blitar lakukan kastrasi kucing jantan

id kucing,dokter hewan

Kegiatan kastrasi pada kucing yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar di Blitar, Jawa Timur, Senin (30/9/2019). (ANTARA/ HO)

Blitar (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Jawa Timur, melakukan kegiatan kastrasi atau pengangkatan testikel terhadap kucing jantan lokal dalam rangka mengendalikan populasi kucing.

"Kami menggelar kegiatan ini untuk memperingati Hari Rabies Dunia dengan mengadakan kastrasi gratis untuk kucing jantan lokal," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar Dewi Masitoh kepada wartawan di Blitar, Senin.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengendalikan populasi kucing di Kota Blitar. Saat ini, diperkirakan ada lebih dari 1.000 ekor kucing baik yang dipelihara atau tidak. Selain itu, acara ini juga dalam rangkaian memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada 28 September.

Baca juga: Cahaya bagi kucing jalanan Ibu Kota

Pihaknya berharap, dengan program kastrasi yang dilakukan ini nantinya populasi kucing bisa lebih dikendalikan. Dengan itu, juga bisa lebih meminimalisasi tingkat penularan penyakit rabies yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia.

Ia mengatakan, selain gigitan anjing yang berpotensi menularkan rabies, gigitan kucing juga bisa berpotensi menularkan penyakit ini.

Untuk efek kastrasi, ia mengatakan kucing tetap sehat. Namun, kucing juga bisa menjadi lebih gemuk.

"Dengan kastrasi tersebut kucing lebih sehat dan gemuk. Selain itu, kucing juga menjadi lebih jinak, tidak bermain jauh dari rumah," kata dia.

Sebelum akan dilakukan kastrasi, kucing juga harus dalam keadaan sehat. Sebagian besar kucing yang akan dikastrasi berumur sekitar 5-8 bulan. Para ahli perilaku hewan menyarankan mengkebiri kucing sebelum memasuki masa puber, karena dapat mencegah munculnya sifat atau perilaku kucing yang tidak dinginkan.

Nesilia Ardianata, salah seorang pemilik kucing yang mengikutkan kastrasi untuk kucing miliknya mengaku senang dengan adanya program ini. Terlebih lagi, program ini gratis, sebab biaya untuk kastrasi sendiri cukup mahal sampai Rp400 ribu per ekor.

"Dulu pernah melakukan kastrasi sendiri ternyata biayanya mahal. Satu ekor sekitar Rp400 ribu. Kalau di program ini gratis, tidak dipungut biaya," kata Nesilia yang mengaku punya sembilan ekor kucing ini. 

Baca juga: Damkar Jaktim turun ke sumur selamatkan kucing kampung

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar