Warga Prumpung mengaku sulit beraktivitas karena minimnya trotoar

id trotoar,pejalan kaki,akses pejalan kaki,Prumpung

Salah satu sudut di Jalan Prumpung Jakarta Timur yang masih minim trotoar sehingga menyulitkan pejalan kaki untuk beraktivitas, Rabu (2/10/2019). (ANTARA/Agus Saeful Imam)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga yang ditemui di kawasan Jalan Prumpung Jakarta Timur mengaku kesulitan untuk beraktivitas karena minimnya trotoar bagi pejalan kaki.

"Masih banyak yang belum ada fasilitas trotoarnya sehingga sulit bagi kita untuk berjalan kaki karena banyaknya kendaraan bermotor," kata Roni, seorang warga yang ditemui di kawasan ini, Rabu.

Menurut pantauan ANTARA, ruas jalan di Prumpung sangat tidak ramah bagi pejalan kaki. Pada bahu jalan tidak ada trotoar sehingga menyulitkan warga yang bepergian dengan berjalan kaki.

Warga yang melintasi jalan ini berjalan dengan sangat hati-hati dengan ruang gerak yang sempit karena kurangnya ruang untuk berjalan.

“Tadinya ada trotoar tapi sudah lama dihilangkan,” katanya.

Baca juga: Pemprov DKI janjikan trotoar penghubung moda transportasi selesai 2020
Baca juga: Bina Marga: Trotoar tengah Kalimalang bakal dibongkar


Dia mengatakan, ruang gerak untuk pejalan kaki memang sangat terbatas di ruas Jalan Prumpung oleh karena itu dia memilih berpergian dengan menggunakan sepeda motor.

“Katanya sih akan segera dibangun trotoar disini,” kata Teguh, seorang pengemudi ojek daring yang juga tinggal di kawasan Prumpung ini.

Teguh berharap trotoar pada ruas jalan ini untuk segera dibangun, melihat banyaknya warga yang kesulitan untuk berjalan kaki.

Trotoar atau ruang untuk pejalan kaki sedang dibuat lebih banyak lagi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Akan tetapi masih saja ada jalan-jalan yang belum mempunyai trotoar.

Ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk pemerintah agar mampu menciptakan kota yang ramah untuk semua warganya. Tidak hanya yang berkendara motor tetapi juga yang berjalan kaki.

Pewarta : Ganet Dirgantara dan Agus Saeful Iman
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar