Lima terluka dalam serangan granat di Kashmir Srinagar

id Srinagar India,Granat,Kashmir,PM India

Anggota pasukan keamanan India berpatroli di sebuah jalan yang ditinggalkan saat pemberlakuan pembatasan setelah pemerintah mencabut status khusus untuk Kashmir, di Srinagar, Jumat (9/8/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Ismail/wsj/cfo (REUTERS/DANISH ISMAIL)

Srinagar, India (ANTARA) - Setidaknya lima orang terluka dalam serangan granat di kota utama Kashmir, Srinagar, yang dikuasai India, Sabtu, kata polisi, dan merupakan serangan kedua sejak India menanggalkan status khusus di wilayah Himalaya.

"Teroris melemparkan granat di Jalan HSH Srinagar," cuit polisi Kashmir di Twitter. "Semua (yang terluka) dinyatakan stabil. Kawasannya di bawah penjagaan," katanya, menambahkan bahwa operasi pencarian sedang berlangsung.

Serangan itu terjadi di jalan utama Hari Singh, Srinagar pusat, dan para korban dirawat di Rumah Sakit Shri Maharaja Hari Singh, seorang pejabat polisi dan seorang pegawai rumah sakit mengatakan. Mereka menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang untuk berbicara untuk umum.

Sebagian besar toko di lokasi serangan ditutup pada Sabtu karena orang-orang menolak membukanya untuk memprotes langkah India pada bulan Agustus yang membatalkan status khusus yang dimiliki negara Jammu dan Kashmir di bawah konstitusi India.

Ada kemarahan dan ketidakpuasan di antara banyak orang di Kashmir atas keputusan itu. Pada saat itu, India memblokir telepon dan internet di seluruh wilayah dan mengirim ribuan pasukan tambahan, memberlakukan pembatasan jam malam seperti untuk mengurangi ketidakpuasan.

India mengatakan langkahnya penting untuk mengintegrasikan Kashmir sepenuhnya ke India dan memacu pembangunan di wilayah mayoritas Muslim, yang juga diklaim oleh saingan berat India, Pakistan.

Tetapi para kritikus mengatakan langkah India dapat mendorong lebih banyak warga Kashmir menuju militansi.

Serangan granat di kota Anantnag di Kashmir selatan seminggu yang lalu melukai 10 orang, kata polisi.

Banyak orang di Srinagar telah melakukan protes terhadap langkah pemerintah, meskipun ada pembatasan.

Pembatasan komunikasi dan perjalanan perlahan-lahan telah dikurangi dan India mengatakan pada hari Senin bahwa sebagian akan memulihkan saluran telepon seluler, meskipun internet masih tetap sebagian besar diblokir.

Sumber: Reuters

Baca juga: India berlakukan lagi pembatasan gerakan di bagian-bagian Srinagar
Baca juga: Teheran kutuk serangan teror di Srinagar, India
Baca juga: India perketat keamanan di Kashmir menjelang seruan unjuk rasa

Pewarta : Maria D Andriana
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar