ACT dan A-PAD bangun hunian untuk penyintas gempa Palu

id Aksi cepat tanggap,Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD) Korea, ACt Dan A-pad Bangun rumah untuk penyintas Palu

Chairman APAD International Faisal Djalal (topi oranye), Bendahara APAD Indonesia Sinta Kaniawati, Kepala Desa Mpanau Muhammad Rifgal, Camat Biromaru Ruslan, Executive APAD Indonesia Iman Firmansyah, dan Global Philantropy Network Aksi Cepat Tanggap Amir Firdaus bersama warga ICS Mpanau foto bersama. ANTARA/HO-Humas ACT

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap bekerja sama dengan Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD) Korea membangun sebanyak 71 unit hunian terpadu atau ICS untuk penyintas gempa dan tsunami Palu di Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah.

Dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu, dijelaskan pembangunan kompleks tersebut dimulai dibangun pada 25 Januari itu dikawal langsung oleh A-PAD Korea. Hunian terpadu itu merupakan buah kedermawanan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Community Chest of Korea (CCK).

Baca juga: ACT Sumsel respon cepat korban kebakaran 62 rumah di Palembang

Perwakilan Global Philanthropy Network (GPN) – ACT, Amir Firdaus, mengatakan kolaborasi ACT dan A-PAD dalam pembangunan hunian terjalin karena kesamaan visi.

A-PAD merupakan organisasi internasional yang juga berfokus pada manajemen kebencanaan.

"A-PAD merupakan organisasi global yang berfokus pada penanganan bencana, baik saat tanggap darurat maupun pemulihan," kata Amir.

Baca juga: ACT Sulsel siapkan logistik dan layanan medis sambut pengungsi Wamena

Hal itu diimplementasikan menjadi pembangunan sebuah kompleks hunian nyaman terpadu. Menurut Amir, wilayah Biromaru dipilih karena masih banyak penyintas setempat yang belum memiliki tempat tinggal layak.

"Banyak dari masyarakat yang keadaan ekonominya terbatas. Harta satu-satunya, rumah, ketika gempa terjadi habis sudah. Di situlah kami mendengarkan masukan dari masyarakat bahwa masih banyak yang perlu diakomodasi kebutuhan tempat tinggalnya," kata Amir.

Penentuan lokasi itu pun tidak lepas dari koordinasi pemerintah Sigi dan ACT Cabang Sulawesi Tengah (Sulteng).

Baca juga: ACT gelar pelayanan medis keliling bagi pengungsi gempa Ambon

Selain bantuan tempat tinggal, A-PAD juga memberikan sejumlah bantuan di tahap tanggap darurat seperti keperluan sanitasi dan logistik kepada para penyitas bencana.

Amir mengatakan, ACT dan A-PAD terus diikhtiarkan untuk memberikan bantuan terbaik bagi korban bencana di Palu.

A-PAD Korea Heechul Park mengatakan bantuan untuk penyintas bencana di Desa Mpanau, Sigi tidak hanya sebatas tempat tinggal, tetapi juga menunjang sejumlah fasilitas pendukung.

"Kami berpikir untuk menambahkan kipas di setiap unit. Kami juga akan menanam pohon dan membuat taman di kompleks hunian," terang Heechul.

Ia juga mengatakan A-PAD mencanangkan program pemberdayaan masyarakat untuk penyintas bencana di Sigi.

A-PAD pun telah beberapa kali berkolaborasi dengan ACT dalam penanganan bencana alam di Indonesia, seperti gempa Lombok dan tsunami Selat Sunda.

A-PAD juga melakukan edukasi terkait mitigasi bencana di sejumlah sekolah di seluruh Indonesia.

Pewarta : Indriani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar