Emil Dardak santer diinformasikan masuk bursa kabinet

id bursa menteri,emil dardak,pengamat unair,aa

Dewan Pengarah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Emil Elestianto Dardak memberikan sambutan saat Deklarasi Milenial 1JO jelang kampanye Presiden untuk pasangan Joko Widodo Ma'ruf Amin di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/3/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aa.

Surabaya (ANTARA) - Nama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak santer diinformasikan masuk bursa salah satu menteri pada kabinet pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Menurut salah seorang sumber di internal Pemprov Jatim, di Surabaya, Senin, nama Emil Dardak memang jadi pembahasan dan memang tidak menutup kemungkinan dipercaya Presiden sebagai salah seorang pembantunya.

"Kalau informasi itu memang santer, tapi belum ada yang bisa memastikan," ujarnya sembari meminta tak menyebut identitasnya.

Baca juga: Wabup Mimika temui Emil Dardak bahas pendidikan mahasiswa

Berdasarkan informasi yang didapat, hari ini Emil Elestianto Dardak sedang berada di Jakarta, namun bukan dalam rangka ke Istana Presiden.

Sesuai agenda Wagub Jatim yang diterima ANTARA di Surabaya, suami Arumi Bachsin itu sedang berkegiatan dinas menghadiri undangan bedah buku "MENUJU INDONESIA EMAS" di Museum Nasional Indonesia di Ibu Kota.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan elektronik, Emil Dardak juga menjelaskan kedatangannya ke Jakarta untuk menghadiri acara bedah buku, bukan ke Istana.

"Mboten (tidak) mas," jawabnya singkat.

Baca juga: BJ Habibie wafat - Emil Dardak idolakan sosok Habibie sejak kecil

Sementara itu, pengamat politik asal Universitas Airlangga Surabaya Hari Fitrianto berpendapat nama Emil Dardak menjadi salah satu yang cukup mendapat atensi publik sebagai figur milenial dari kalangan profesional.

"Spekulasi yang berkembang di media sosial Emil Dardak di plot sebagai Wamen PU, namun melihat rekam jejaknya, Emil Dardak sama seperti Nadiem Makarim bisa mengisi pos yang sesuai dengan fungsi keahliannya," ujarnya.

Akan tetapi, kata dia, kewenangan tersebut menjadi hak prerogratif Presiden Jokowi, termasuk jika Emil Dardak masuk dalam formasi kabinet.

"Di sisi lain, Presiden dalam menentukan formasi kabinet jilid dua kali ini tampak begitu cermat dan sangat teliti," tutur staf pengajar di FISIP Unair tersebut.

Baca juga: Pemprov Jatim dorong industri mencari strategi transformasi


Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar