Warga Bidaracina histeris ketahui rumahnya terbakar

id Kebakaran Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, kebakaran, Damkar Jaktim,Kebakaran rumah,Kebakaran dki

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersama warga dan aparat terkait memberikan pertolongan kepada sejumlah warga Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, yang menjadi korban kebakaran, Senin (21/10/2019). (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) -
Sejumlah warga RW 02 Jalan Otista Raya 2, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur, histeris saat mengetahui rumah tinggalnya terbakar, Senin sore.
 
Kepanikan melanda korban kebakaran di lokasi pengungsian SDN Bidaracina 03 Pagi yang berada di Jalan Setia Nomor 10 Jatinegara.
 
Salah satu pria lanjut usia histeris dan sempat tidak sadarkan diri di lokasi tenda pengungsian.
 
"Pak Haji pingsan, Pak Haji pingsan. Tolong," teriak salah satu keluarga di antara kerumunan pengungsi korban kebakaran.
 
Tim dengan rompi merah Palang Merah Indonesia (PMI) langsung memberikan pertolongan dengan menenangkan korban dan meminta seluruh warga menjauh dari kerumunan.
 
Salah satu keluarga dari Pak Haji pingsan setelah mengetahui ayahnya tidak sadarkan diri.

"Itu bapak saya. Ya Allah," katanya.

Baca juga: 183 warga Bidaracina kehilangan rumah akibat kebakaran
 
Petugas langsung mengevakuasi kedua korban menuju tenda pengungsian untuk memberikan perawatan.

Isak tangis juga mewarnai area tempat pengungsian yang kini ditempati warga dari kalangan orang tua hingga balita.
 
Tenda pengungsian di SDN Bidaracina 03 Pagi terletak sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 51 bangunan rumah tinggal.
 
Otoritas terkait melaporkan tidak kurang dari 183 warga Bidaracina kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang berlangsung pukul 15.00 WIB.
 
Rumah yang terbakar berada di RT 08 sebanyak 27 rumah yang dihuni 40 kepala keluarga, RT 09 sebanyak 21 rumah yang dihuni 35 kepala keluarga dan di RT12 sebanyak empat rumah yang dihuni satu kepala keluarga.
Baca juga: 22 unit mobil damkar bergerak menuju Bidaracina

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar