Petugas gabungan tangani karhutla di Gunung Petarangan Banjarnegara

id karhutla gunung petarangan, batur banjarnegara

Kobaran api yang membakar kawasan hutan di Gunung Petarangan, Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, jawa Tengah. (ANTARA/HO-Perhutani)

Purwokerto (ANTARA) - Petugas gabungan dari berbagai instansi dan organisasi berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Petarangan, Desa Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kata Juru Bicara Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur Sugito.

"Kebakaran tersebut dilaporkan mulai terjadi pada hari Senin (21/10), pukul 07.00 WIB, dan titik api berada di Petak 21 Kawasan Resor Pemangkuan Hutan Batur KPH Banyumas Timur. Sampai pagi ini, api belum bisa dipadamkan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan di lokasi kebakaran, titik api yang semula berada di belakang punggung Gunung Petarangan yang berbatasan dengan KPH Pekalongan Timur, saat ini telah merambat masuk ke Petak 21B yang berisi tanaman jenis rimba alam dan Petak 21A berupa tanaman pinus tahun 2007.

Oleh karena dampak kemarau dan sempat terjadi angin kencang pada hari Minggu (20/10) sehingga banyak pohon yang tumbang, kata dia, rambatan api cepat meluas dan hingga saat ini luasannya mencapai 30 hektare.

Baca juga: Luas hutan yang terbakar di Gunung Semeru capai 198 hektare

"Kemarin sebenarnya sudah dilakukan upaya pemadaman namun belum bisa maksimal karena jangkauannya cukup luas," katanya.

Sugito mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi termasuk Kodim 0704/Banjarnegara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya pada Senin (21/10) malam telah menggelar rapat untuk penangananan karhutla di Gunung Petarangan.

Menurut dia, rapat tersebut memutuskan untuk menambah kekuatan personel yang dilibatkan dalam penanganan karhutla di Gunung Petarangan. 

Baca juga: Luas hutan yang terbakar di Gunung Semeru capai 198 hektare

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar