Kadin berharap kabinet baru dongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia

id Kabinet Indonesia Maju,Kadin Indonesia,Rosan Perkasa Roeslani

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Perkasa Roeslani (kiri) bertukar cenderamata dengan Gubernur Maluku Murad Ismail (kanan), usai menjadi pembicara kunci forum bisnis dan investasi yang digelar Kadin Provinsi Maluku periode 2019-2024, di Ambon, Jumat (25/10/2019). (ANTARA)

Ambon (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani berharap formasi kabinet yang baru dapat menjawab berbagai tantangan yang masih mewarnai perekonomian Indonesia, terutama mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kabinet Indonesia Maju harus bekerja keras dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini," kata Rosan Roeslani saat menjadi pembicara utama pada Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Maluku, di Ambon, Jumat.
Baca juga: Anggota DPR optimistis Kabinet Indonesia Maju perbaiki kondisi ekonomi

Rosan juga menegaskan Kadin Indonesia menyambut baik formasi kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin periode 2019-2024 yang telah resmi diumumkan dan dilantik di Istana Negara, 23 Oktober 2019.

"Formasi kabinet ini adalah pilihan terbaik yang harus dihormati dan didukung semua pihak demi kemajuan bangsa dan negara. Kami mengapresiasi capaian pemerintahan selama ini dan menyambut baik susunan kabinet yang telah dipilih Presiden," ujar Rosan.

Kabinet baru juga diharapkan mampu menjawab tantangan defisit neraca berjalan, defisit neraca perdagangan, defisit anggaran belanja, masalah perizinan usaha, masalah kemiskinan serta kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: China akan tingkatkan impor barang termasuk produk pertanian

Menurutnya, tantangan luar negeri mengenai ketidakpastian ekonomi global berdampak ekspor Indonesia turun dan masih menekan perekonomian global.

Kabinet baru juga diharapkan mampu mengambil peluang dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan damai dagang fase satu pada November 2019.

"Partner dagang terbesar Indonesia saat ini adalah China kurang lebih 15 persen dari total perdagangan Indonesia. Sedangkan AS merupakan partner dagang kedua lebih kurang 11 persen dari total perdagangan kita, sehingga perang dagang antarkedua negara ini pasti berimbas di tanah air," ujarnya.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 diperkirakan 5,05 persen

Dia mengakui perang dagang kedua negara ikut berdampak beberapa industri di Indonesia mengalami peningkatan serta barang produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Dia mencontohkan ekspor hasil industri tekstil dan garmen dalam negeri saat ini mengalami peningkatan mencapai 25-30 persen, produksi ban meningkat 20 persen, termasuk barang elektronik juga meningkat.

Karena itu, sebagai mitra pemerintah, Kadin akan memperkuat sinergi dengan pemerintah terutama dalam pelaksanaan program-program yang akan dijalankan oleh kabinet yang baru, dan mendukung mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia negara maju dengan pendapatan Rp320 juta per kapita tahun 2045.

Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar