BPS catat pertumbuhan ekonomi NTB tertinggi keempat di Indonesia

id Pertumbuhan Ekonomi ,NTB,BPS NTB

BPS catat pertumbuhan ekonomi NTB tertinggi keempat di Indonesia

Arsip foto - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi gedung sekolah yang rusak akibat gempa di SDN 1 Guntur Macan, Lombok Barat, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/pras.

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat mencatat pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 mencapai 6,26 persen (yoy) dan menjadi yang tertinggi keempat dari 34 provinsi di Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III-2019 juga lebih tinggi di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02 persen," kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS NTB, I Gusti Lanang Putra, di Mataram, Selasa.

Dari sisi produksi, kata dia, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori konstruksi sebesar 29,41 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 10,64 persen.

Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia triwulan III 2019 tumbuh 5,02 persen

Untuk pertumbuhan ekonomi NTB triwulan III-2019 dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q) tumbuh sebesar 1,42 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori industri pengolahan sebesar 56,31 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor luar negeri mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,24 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi NTB triwulan I sampai dengan III 2019 terhadap triwulan I sampai dengan III 2018 (c-to-c) tumbuh sebesar 3,70 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh 14 kategori lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi pada kategori konstruksi sebesar 14,05 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen PMTB yang tumbuh sebesar 8,63 persen.

Baca juga: BPS sebut tingkat pengangguran Agustus 2019 turun jadi 5,28 persen

"Pertumbuhan positif sebagian besar lapangan usaha mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 6,26 persen pada triwulan III-2019," ujar Gusti.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi yang relatif besar tersebut tidak diikuti dengan indeks tendensi konsumen NTB pada triwulan III-2019 sebesar 98,09 persen. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa rumah tangga di NTB merasa kondisi perekonomiannya tidak lebih baik dibandingkan triwulan II-2019.

Pendapatan yang diterima oleh konsumen pada triwulan III-2019 lebih sedikit dibandingkan triwulan lalu, dengan indeks pendapatan kini sebesar 98,45 persen.

"Pesimisme konsumen NTB tersebut didasari oleh menurunnya pendapatan," katanya.

Baca juga: BPS catatkan investasi alami perlambatan triwulan III-2019
 

Pewarta : Awaludin
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar