BNPB kucurkan dana rehab rekon untuk bencana di Aceh Rp112,8 miliar

id tsunami aceh,BNPB

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan buku rehab rekons Pidie Jaya dan buku kebencanaan milik Pemerintah Aceh, dalam kegiatan Peringatan 15 Tahun Gempa Bumi dan Tsunami Aceh yang dipusatkan di Sigli, Kabupaten Pidie, Kamis (26/12/2019). (ANTARA/HO)

Meulaboh (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Donni Munardo mengatakan pihaknya dalam tahun 2019 ini akan mengucurkan dana sebesar Rp112,8 miliar lebih untuk melanjutkan program rehablitasi dan rekonstruksi musibah gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya, serta sejumlah daerah yang terdampak bencana alam.

Ada pun alokasi anggaran yang akan dikucurkan tersebut terdiri dari Pemerintah Aceh sebesar Rp700 juta, Kabupaten Aceh Besar Rp8,3 miliar, Kabupaten Pidie Rp4,4 miliar.

Kemudian Kabupaten Pidie Jaya Rp63,4 miliar, Kabupaten Aceh Barat Daya Rp16,8 miliar, Kota Subulussalam Rp10,2 miliar, serta Kabupaten Aceh Singkil sebesar Rp8,7 miliar.

"Bantuan ini diharapkan dapat mampu menuntaskan rehab rekon di Aceh khususnya Pidie Jaya yang masih harus dilanjutkan," kata Donni Munardo didampingi Asisten II Setdaprov Aceh, HT Ahmad Dadek saat Peringatan 15 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh di Sigli, Kabupaten Pidie, Kamis.

Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang rusak pada tahun 2016 lalu harus terus dilanjutkan demi meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan taraf hidup.

Baca juga: Kenang 15 tahun tsunami Aceh, ziarah dilakukan di pekuburan massal

Dalam kesempatan ini, Donni Munardo juga mendapatkan penyerahan buku kebencanaan Pemerintah Aceh oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Sigli.

Sementara itu Asisten II Sekrtariat Daerah Provinsi Aceh, Teuku Dadek, selaku penulis buku Gempa Pidie Jaya mengatakan penyerahan buku hasil karya dirinya kepada Jenderal Donny Munardo selaku Kepala BNPB, karena dalam proses rehab rekons di Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen, BNPB yang mendominasi pembiayaan.

Ia berharap buku tersebut menjadi sebuah catatan penting bagi BNPB dalam pengalamannya untuk menangani bencana di daerah lainnya di Indonesia.

Baca juga: Seratusan warga PLTD Apung peringati 15 tahun tsunami dengan zikir

Buku Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa Pijay Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen ditulis oleh Teuku Dadek bersama Hermansyah dan Yarmen Dinamika dengan Editor Asnawi Kumar.

Buku ini melibatkan banyak pengumpul data diantaranya Said Ashim, SE, Teuku Alkausar, Saiful Maswar Deddi Midwar, Ihwan Julmi, Chaufan Irfan Putra, SE Cut Dhiya Amalina, serta Sarah, dengan tebal sekitar 325 halaman.

Baca juga: Puluhan disabilitas ikut simulasi evakuasi gempa di Banda Aceh

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar